Alfian Tanjung Dipolisikan oleh Habib Muannas Alaidid

Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid melaporkan Alfian Tanjung terkait dua ceramahnya yang viral di media sosial yang diduga menyebarkan berita bohong.

Adapun pernyataan Alfian Tanjung yang dianggap menyebarkan berita bohong dan kebencian sebagai berikut:

1. “Kondisi gerakan PKI ini sudah terlalu parah, sudah tiga belasan angkatan dari gerakan partai-partai yang ada untuk berlatih ke Beijing sejak tahun 2004 sampai 2014”

2. “rezim hari ini adalah rezim komunis, Saya menyatakan dengan sadar”

3. “Sekarang ketua badan penyangga pancasila adalah orang yang membolehkan berzina dengan anak sendiri, yah yang doktor Wahyudin itu”

4. “Itu merupakan bagian dari proses proses dibangunnya negeri yang berpaham Komunis, termasuk Polisisasi…Siapa yang pemimpin Beacukai? Siapa menteri dalam negeri? Kalau anda liat dalam teori komunisme ketika terjadi Polisisasi, maka negara itu sedang menuju menjadi sebuah negara Komunis. Sekarang dikit lagi Pilkada, Pilkada serentak, calon gubernur Sumatera Barat itu di antaranya Polisi”

5. “Negara kita akan menjadi negara NKRI Negara Kepolisian Republik Indonesia, itu artinya negara Komunis Indonesia. Ayoo kita liat seluruh negara yang didominasi oleh Polisi itu negara Komunis, silahkan diperiksa diseluruh Dunia”

Laporan diterima di SPKT Mabes Polri dengan nomor LP/B/096/II/2020/BARESKRIM 17 Februari 2020 dan Nomor LP/B/097/II/2020/BARESKRIM 17 Februari 2020 karena Alfian Tanjung diduga menyebarkan berita bohong dia dua tempat yang berbeda di Bukit Tinggi Sumater Barat dan Balikpapan Kalimantan Timur.

Pasal yang dipakai UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 Ayat (2) dan Pasal 15 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP.

Habib Muannas Aladid berharap pihak kepolisan segera menangkap Alfian Tanjung yang merupakan residivis atas kasus yang sama karena menyebarkan berita bohong dan kebencian yang bisa membahayakan masyarakat.

(suaraislam)

Loading...