Alasan Jaksa Sebut Gelar Imam Besar Tak Pantas untuk Rizieq

Habib Rizieq (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai bahwa pledoi yang disampaikan Rizieq saat sidang hanya cari panggung, bahkan JPU mempertanyakan soal gelar Imam Besar yang disandang Rizieq.

Ada beberapa sejumlah pernyataan Rizieq yang menjadi sorotan Jaksa saat sidang beragendakan replik, Senin (14/6). Yang pertama terkait pernyataan Rizieq yang menuding dan menyebut nama Ahok hingga Diaz Hendropriyono.

“Di antaranya perkara Ahok, juga menghubungkan dengan Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, selain dari pada itu, menghubungkan dengan Diaz Hendropriyono yang semuanya tidak ada nyambungnya,” ungkap Jaksa.

Kedua, soal pengakuan HRS bertemu dengan Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan di Arab Saudi. Jaksa menyebut Rizieq cuma cari panggung.

“Jaksa menyatakan bahwa cerita-cerita yang disampaikan terdakwa tersebut, jaksa menilai tak ada relevansinya. Cerita terdakwa seakan-akan mencari panggung untuk menyalahkan pihak lain dan membenarkan secara sepihak yang dilakukan oleh terdakwa,” ujar jaksa.

Jaksa juga mempertanyakan status imam besar yang disandang Rizieq. JPU menilai status imam besarnya cuma isapan jempol lantaran pernyataan-pernyataan kasar.

“Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan, sebagaimana dalam pleidoi. Kebodohan dan kedunguan, serta kebatilan terhadap aturan dijadikan alat oligarki sebagaimana pada pleidoi,” sebut jaksa.

“Kalimat-kalimat seperti inilah dilontarkan Terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka,” imbuh jaksa.

(Suara Islam)

Loading...