Aksi Massa Tolak Sebutan Bapak Reformasi dan Tuntut Cekal Amien Rais di Menkopolhukam

Aksi Massa Tolak dan Cekal Amien Rais (googleimage)

Aksi damai massa di depan kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) meminta pemerintah berwenang mencekal Amien Rais yang hendak pergi ke Arab Saudi dengan alasan umroh. Pasalnya, menurut mereka Amien Rais sedang tersandung kasus hukum yang harus diusut.

Sebagian besar massa, dilihat dari seragam yang digunakan, berasal dari organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) pimpinan Gus Nuril tersebut mengaku, permintaan pencekalan terhadap Amien Rais agar yang bersangkutan tidak lari dari persoalan hukum yang disangkakan kepadanya seperti Rizieq Shihab.

Baca:

“Jangan sampai seperti Rizieq Shihab yang sebelum ditetapkan sebagai tersangka sudah keburu pergi ke Arab Saudi dan saat dikenakan status tersangka, yang bersangkutan tidak kunjung pulang ke Indonesia dengan berbagai alasan. Ini khan namanya kabur dari persoalan hukum,” kata Sekjend Komando Pusat PGN Gus Munif, usai diterima, berdialog dengan pihak Menkopolhukam, Jumat (09/06/2017).

Dari pantauan di lapangan, sebagian besar massa menggunakan atribut serba hitam dan mengalungkan tulisan “Cekal Amien Rais”. Selain dari PGN, massa yang melakukan aksi damai di Menkopolhukam tersebut juga diikuti oleh Alumni Mahasiswa Aksi’98 (PENA’98), yang dikenal sebagai gerakan yang menumbangkan Orde Baru dan melahirkan era Reformasi.

“Kita ingin kasus ini diusut. Kami juga menolak Amien disebut Bapak Reformasi. Ini yang akan kami kawal. Kita tidak boleh lengah dan kita tak akan biarkan,” kata salah satu orator, Bram Yand, Jumat (9/6/2017).

Diberitakan, KPK bakal mengusut dugaan suap yang diterima oleh Amien Rais dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes), yang menjerat mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari. Dalam keterangan persidangan, nama Amien Rais disebut menerima aliran dana sebesar Rp.600 juta yang ditransfer sebanyak 6 kali.

(israpostnew/suaraislam)

Loading...