Astaghfirullah! Ade Armando Bongkar Dugaan Adanya ‘Mafia Covid-19’ di Bandara

Ade Armando saat menjadi pembicara dalam diskusi Kebangsaan di Masjid Raya KH Hasyim Ashari, Jakarta, Rabu (09/8).Diskusi mengusung tema Ancaman Radikalisme Terhadap Keutuhan NKRI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dosen UI, Ade Armando, mengungkapkan adanya dugaan pemerasan atas nama cek Covid-19 di bandara yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil manfaat dari pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, semua WNA atau WNI yang ingin masuk ke Indonesia harus mengikuti protokol kesehatan yang telah diberlakukan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, hal tersebut diduga disalahgunakan oleh beberapa oknum yang ingin meraup keuntungan. Dalam sebuah tayangan video yang diunggah CokroTV, Dosen UI tersebut menceritakan tentang dugaan pemerasan pada mereka yang baru datang dari luar negeri.

Dosen UI tersebut menceritakan bahwa saat ini sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang protokol kesehatan perjalanan internasional, setiap orang yang mendarat di Indonesia tidak bisa langsung menuju tujuannya. Mereka harus menunjukkan surat hasil tes Covid-19. Kemudian mereka harus menjalani karantina 5 hari, dan dalam proses inilah sejumlah kejanggalan dikabarkan terjadi.

Ade mengatakan ada beberapa oknum yang sengaja ‘menjebak’ mereka yang ingin masuk ke Indonesia. Mereka diperas dan dijebak agar mengeluarkan uang banyak dalam proses pengkarantinaan.

“Kalau ini benar, cerita ini sangat memprihatinkan. Dan harus ada langkah-langkah tegas untuk menghentikannya”, ungkap Ade dalam video tersebut.

Menurutnya, pengisolasian ini sangat berbau amis. Ia meminta pemerintah menyelidiki dugaan adanya pemerasan tersebut.

“Memang, seperti saya katakan, saya tidak mendengar langsung dari orang yang mengalami, tapi kalau ini benar terjadi, kerja kolektif ini harus segara dibongkar. Ini adalah kejahatan serius”, tegas Ade.

Lebih lanjut, kata Ade, Ada banyak pihak terlibat: ada dokter, satgas Covid-19, bandara, ambulans, dan hotel. Mereka memang nampaknya memusatkan sasaran pada orang-orang yang nampaknya banyak duit.

Ade menghimbau agar para pemegang otoritas dapat segera menelusuri kebenaran kisah-kisah ini dan memberikan sanksi yang berat bagi oknum yang terbukti melakukan pemerasan.

“Dan kalau sampai benar terjadi, para pelakunya harus diberi sanksi berat yang bisa memberi efek jera bagi siapapun yang berpikir untuk melakukannya di kemudian hari”, tutupnya.

Ade juga meminta agar para penumpang sendiri harus lebih berani melawan instruksi para petugas yang tidak masuk di akal. Salah satu ancaman, menurutnya, yang cukup menakutkan bagi mereka adalah dengan memvideokan dan mengancam akan menyebarkan video tersebut kepada warga internet.

(Suara Islam)

Loading...