3 Tersangka Teroris Jaringan JAD di Bima Diringkus Densus 88, Ini Perannya

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri meringkus tiga tersangka teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/6/2022) kemarin.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, ketiga tersangka itu berinisial SO alias AAF alias U, AS alias A, MH alias D alias B alias DB alias DA.

Kemudian, Aswin memerinci ketiga peran tersangka teroris itu. Adapun keterlibatan SO alias AAF alias U merupakan Residivis Tindak Pidana Terorisme tahun 2013 dan bebas pada tanggal 20 Desember 2019.

“Mengikuti pelatihan militer bersenjata api yakni sebagai peserta pelatihan yang dilaksanakan oleh Santoso alias Abu Wardah alias Komandan alias Pakde yang dilaksanakan di Gunung Biru Desa Tamanjeka Kecamatan Poso Pesisir pada sekitar April-Mei 2021,” kata Aswin dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut, SO juga pernah ikut merakit bom (bom lontong) di Poso, Pesisir Utara yang ditemukan aparat kepolisian saat melakukan penangkapan terhadap JIPO di Kalora pada 31 Oktober 2012 lalu.

SO juga pernah ikut merakit bom yang meledak di Pos Polisi Smaker Jalan Tanjungbulu, Kasintuwu, Poso pada 22 Oktober 2012 lalu. Ia juga ikut menyembunyikan informasi keberadaan Santoso yang pada saat itu menjadi DPO dalam peristiwa penembakan terhadap anggota Polri di Bank BCA Palu pada 25 Mei 2011 lalu.

“Dan saat ditangkap karena mulai aktif kembali sebagai pemateri Daulah dan memberi motivasi melalu seri materi tauhid aman abdurrahman kepada kelompok teror Bima,” ucapnya.

Adapun peran AS alias A yang merupakan Residivis Tindak Pidana Terorisme yang bebas pada tanggal 19 Februari 2020. AS pernah terlibat kasus tindak pidana terorisme yaitu menyembunyikan DPO tindak pidana terorisme yaitu Fajar (MD) pelaku penembakan anggota Polri atas nama Yamin di Bima.

“Dan saat ini ditangkap krena diduga aktif ikut memberikan kajian Daullah secara langsung maupun online kepada kelompok JAD Bima, selain itu juga aktif melakukan pelatihan fisik Idad bersama kelompoknya,” tutur Aswin.

Terakhir, tersangka teroris dengan inisial MH alias D alias B alias DB alias DA merupakan teroris yang telah aktif mengikuti kajian SO pasca bebas dari penjara yang berisi materi tentang Daulah bersama dengan kelompok MR.

“Juga telah melakukan idad fisik berupa long march dan mendaki gunung d beberapa lokasi d Kota Bima, serta diduga memiliki akses untuk pembuatan senjata tajam di Pandai Besi,” imbuhnya.

(Suara Islam)

Loading...