1.700 T Beli Nasi atau Peluru?

Dalam ilmu sosial sejak lama ada perdebatan dilema “guns and butter” yang saya terjemahkan secara longgar menjadi “nasi atau peluru.”

Singkatnya, “nasi dan peluru” menggambar perdebatan skala perioritas anggaran negara apakah akan dihabiskan untuk mendanai perang (alat pertahanan dll) atau program sosial untuk kesejateraan rakyat.

Istilah “nasi dan peluru” dimulai ketika Perang Dunia l dimana William Bryan, the Secretary of State, mengundurkan diri karena pilihan-pilihan penganggarannya yang memilih nasi ketimbang peluru.

Hari-hari ini kita dikejutkan oleh rencana Menteri Pertahanan, Pak Prabowo, yang akan membiaya dana pengadaan alat-alat pertahanan sebesar Rp 1.700 T. 1.700 T akan dipergunakan membeli peluru ketika rakyat korban covid-19 bersusah payah mencari sesuap nasi. Perdebatan penggangaranya pun cenderung tertutup, tidak transparan, senyap dari debat-debat berkualitas kenapa Menhan mengutamakan membeli peluru ketimbang nasi. Kita berharap Menhan dan partai-partai di DPR membuka secara transparan rencana ini seterang-benderang mungkin kepada rakyat.

Tentu saja kita ingin memeliki tentara yang sejahtera dengan sistem penggajian yang kompetitif dibandingkan profesi lain. Kita tentu juga mendukung program penyedian rumah bagi prajurit dan keluarga mereka. Kita juga tidak ingin kejadian KRI Nanggala yang merenggut nyawa prajurit kita terulang kembali. Kita tidak ingin para penerbang terbaik kita gugur bukan di medan perang tapi karena tuanya pesawat yang mereka kemudi.

Namun, sekali lagi, apakah pantas dan tepat di tengah pandemi yang menjerat leher rakyat bahkan untuk mendapatkan sesuap nasi, Menhan justru mengganggarkan biaya super jumbo untuk memberi peluru.

Ini dilema etis sekaligus strategis. Akhir pekan lalu saya turut ke lapangan di bantaran Ciliwung, Pancoran, membagikan “NasiBox PSI” bagi rakyat tidak punya di daerah sana. Saya benar-benar merasakan rakyat kita lebih membutuhkan nasi ketimbang peluru.

Kami, PSI, memlih nasi ketimbang peluru. Menurutmu?

Raja Juli Antoni

Sumber: https://www.instagram.com/tv/CPzQ6DNBPQ1/?utm_medium=copy_link

(Suara Islam)

Loading...