Warganet Ajari Eggi S dan Kaum Bumi Datar soal Rukun Islam dan Pancasila

313
Eggy Sudjana (google.com)

Orang-orang mukmin sesuai dengan keyakinan atas agama yang dianutnya sungguh beruntung, mendapat tuntunan dari sumber asalnya yang begitu komplit sebagai panduan hidup dan modal akhiratnya. Sayang rukun itu menjadi mubazir karena juklak hidup itu kurang dimaknai dengan baik, atau lebih tepatnya diabaikan, bahkan diletakkan disudut gelap, dikalahkan kepentingan berbau setan.

Dari 5 rukun islam, 4 diantaranya diberikan untuk kepentingan individu yang tidak bisa diintervensi orang lain. Syahadat, shalat, puasa dan berhaji semua buah tawakalnya untuk dirinya, berapapun kadarnya karena cuma Tuhan yang tahu dan mencatatnya, hanya zakat yang diperintahkan dan berhubungan dengan manusia lain untuk saling membantu dan berhubungan serta berinteraksi dalam arti yang luas.

Inti dari itu dan juklak dalam mengimpelementasikannya dijabarkan detail dan dalam pada 5 sila pancasila. Saya membaca ulang Tap MPR Thn 1978 dan 2003, bergidik bulu kuduk saya. Begitu cermatnya para peramu dan pemikir serta pencetus pancasila untuk Indonesia.

Kebayang kalau kualitas kelas malas, tidur pulas, yang dibahas cuma fasilitas dengan otak pas kentalnya di senayan saat ini, mungkin satu butirpun tidak bakalan keluar hasilnya, politisi pencuri ini lebih suka gaya dan bicara tanpa kerja karena memang kemampuannya tidak ada, jangan ditanya integritasnya, daftar hadir saja mereka lupa, rapat paripurna saja yang hadir tidak sampai setengahnya, apa mereka masih wakil kita?.

48 jam terakhir kita diganggu oleh mulut saracen ES yang mau membubarkan agama lain selain agamanya, maaf saya lupa bertanya apakah dia masih beragama?.

Kalaupun masih, saya yakin dia lupa makna sekaligus lupa kepada Tuhannya, karena kelakuannya tidak mencerminkan manusia pada umumnya, lebih cenderung seperti ke** tua yang menidap katarak akhlak. Species kelas dia ini sedang tumbuh subur, herannya yang terpapar sawan babi jenis ini tidak sembarangan, dari guru besar, rektor, kaum bersorban, sampai pengangguran, otaknya jadi seragam, prilakunya tidak menyisakan bekas kebaikan, mulutnya memuntahkan kebencian, cacian, kebohongan, dan fitnah berkepanjangan. Saya kadang membatin ini manusia-manusia musuh Indonesia kok bisa tiba-tiba ada, apa mereka turun dari pohon kelapa atau njebul dari tanah sengketa.

Lihat dengan kasat mata kelompok anti pancasila ini makin terang-terangan. Partai seperti Gerindra dan PKS yang menentang perpu pembubaran ormas anti pancasila HTI, terus apa mereka pantas mau mengemas Indonesia yang lebih pas, mereka yang gila atau kita yang tak mau bicara. Didepan mata kita mereka mau mengganti ideologi kok katanya punya hak konstitusi. Bagaimana mereka berkonstitusi kalau ideologi negerinya mau diganti, ibarat mau naik mobil mesinnya dicopot, mobilnya tidak jalan, penumpangnya busuk didalam.

Kerusakan moral ini sudah sampai pada titik yang mengkhawatirkan, walau penggeraknya relatif bukan pada usia produktif, tapi doktrinnya bisa merasuk keotak pengikut yang masih berfikir primitif. Harus ada langkah konkrit P4 dijalankan disekolah dan kantor-kantor pemerintahan secara intensif.

Indonesia dan Pancasila adalah raga dan ruh bangsa dan negara, jangan biarkan usaha untuk memisahkan, bila mereka berhasil menjalankannya maka Indonesia akan menjadi puing bekas sebuah negara di Asia. Kelak cicit kita cuma bisa melihat di museum atau bahkan seperti cerita Gajah Mada, kuburannya pun kita tidak tahu dimana.

Bangkit anak muda Indonesia, kalian penyelamat bangsa, bukan Eggy Sudjana.

Iyyas Subiakto

(fbcombiakto/suaraislam)