Viral! Sebar Hoaks Truk TNI Angkut Warga China, Akun Ini Dicari Polisi !

Geger video yang menyebutkan tiga buah truk milik TNI membawa WNA China menemui titik terang. Setelah bantahan dari pihak TNI dan Polri, belakangan diketahui ternyata truk tersebut membawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya  dan Ilmu Kesehatan  Jakarta. 

“Tidak benar seperti yang dinarasikan di video. Itu adalah kegiatan medicamp ke Bandung, pengenalan kampus untuk mahasiswa angkatan 2019-2020 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya,” ujar Kabiro Marketing dan Public Relations Unika Atma Jaya,  Anton Binsar, saat ditemui kumparan di kantornya, Semanggi, Jakarta Barat, Senin (15/7).

Anton mengaku baru mengetahui viralnya video berdurasi 55 detik tersebut. Ia menyayangkan narasi yang disampaikan dalam video tidak sesuai dengan faktanya.

“Berarti ini kan termasuk hoaks,” katanya.

Anton menjelaskan, medicamp merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh FKIK. Terkait penggunaan truk tersebut, Anton mengaku tidak mengetahui secara detail, termasuk soal tidak adanya pelat nomor pada truk tersebut.

Kegiatan membawa mahasiswa dengan truk hal yang biasa di Atma Jaya. “Kalau detailnya saya kurang tahu, karena itu kebijakan masing-masing fakultas,” ucapnya.

Sebelumnya, video itu beredar di media sosial dengan direkam pengendara dengan narasi truk TNI membawa WN China. TNI dan Polri lalu membantah truk itu milik mereka.

“Truk tersebut bukan kendaraan operasional TNI baik dari satuan Angkatan Darat, Angkatan Udara, maupun Angkatan Laut,” kata Sisriadi lewat keterangan tertulisnya, Minggu (14/7).

Polisi Buru Pembuat Video Hoaks Truk TNI Angkut WN China

Pusat Penerangan (Puspen) TNI telah membantah video yang menyebut kendaraan TNI angkut warga China. Video berdurasi 55 detik tersebut diambil di tol Jakarta arah Bandung.

Kasubdit II Ditsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul mengatakan, Polisi tengah memburu pembuat video tersebut. 
“Lagi dicari siapa yang buat,” kata Rickynaldo kepada kumparan, Minggu (14/7).

Rickynaldo berjanji dalam waktu dekat polisi akan menangkap pembuat sekaligus penyebar video tronton TNI angkut warga China. 
“Ya, secepatnya. Akan kita kabari,” ujar Rickynaldo. 

Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi membantahnya. Ia mengatakan, mobil TNI tidak memiliki ciri-ciri seperti dalam video. 

“Truk tersebut bukan kendaraan operasional TNI baik dari satuan Angkatan Darat, Angkatan Udara, maupun Angkatan Laut,” kata Sisriadi lewat keterangan tertulisnya, Minggu (14/7).

Sisriadi juga mengungkapkan, kendaraan TNI tidak memiliki vleg warna merah. Bahkan, setiap kendaraan TNI diwajibkan memiliki pelat dan terdapat tulisan satuan di body mobil.

“Mobil angkutan TNI harus dilengkapi identitas satuan,” ujar Sisriadi.

(beritaterheboh/suaraislam)