Viral! Polri Ingin Bongkar Bisnis Sawit Milik Jamaah Islamiyah di Sumatera dan Kalimantan

Foto udara jalur alternatif mudik lintas barat Jambi-Sumbar di Petajen, Bajubang, Batanghari, Jambi, Senin (20/5/2019). Jalur lintas barat yang menghubungkan Kota Jambi-Muarojambi-Batanghari tersebut dapat digunakan pemudik dari arah Kota Jambi menuju Padang, Sumatera Barat atau sebaliknya untuk mempersingkat waktu tempuh, namun perlu meningkatkan kewaspadaan utamanya pada malam hari karena melintasi perkebunan dan minim lampu penerangan jalan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.

Penyidik Polri sedang mendalami usaha perkebunan sawit milik kelompok Jamaah Islamiyah (JI), yang berafiliasi dengan kelompok teroris global, Al Qaeda. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, perkebunan tersebut berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. 

“Ada di beberapa titik. Di Sumatera, di Kalimantan. Itu sedang didalami,” ujar Dedi saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7). 

Diketahui, kelompok ini mengembangkan bisnis perkebunan sawit sebagai sumber dana untuk kebutuhan operasional, hingga menggaji petinggi organisasi. Polri ingin menyelidiki lebih detail bagaimana bisnis sawit itu dikelola.

Selain itu, penyidik juga ingin menyelidiki secara rinci aktivitas organisasi apa saja yang dibiayai dari keuntungan bisnis ini. Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri telah mengamankan lima petinggi kelompok JI, yang berafiliasi dengan kelompok teroris global Al Qaeda. 

Kelima orang yang ditangkap masing-masing berinisial PW alias Abang, MY, BS, A, dan BT. Mereka ditangkap pada 29-30 Juni 2019, di daerah Bekasi, Jawa Barat, hingga Ponorogo, Jawa Timur. Setelah melakukan pendalaman, aparat meringkus terduga teroris SA di Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Rabu (3/7). 

Berdasarkan informasi sementara, SA mempunyai peran cukup penting terkait perkebunan sawit milik organisasi tersebut. “Yang jelas dia ada keterkaitannya dengan itu (perkebunan sawit). Nanti akan kita sampaikan perannya dia, bagaimana dia mengembangkan basic ekonominya,” ujarnya. (Devina Halim)

(kompas.com/suaraislam)