Viral, Netizen Bongkar Pernyataan Sesat Amien Rais yang Sebut Partai Allah Vs Partai Setan

Baru-baru ini pak Amien Rais mendikotomi partai menjadi dua kubu. Kubu ALLAH dan kubu Setan. yang kalau ditafsirkan secara vulgar, partai-partai pendukung Jokowi sebagai Partainya Setan, sedang partai-partai Anti Jokowi sebagai partainya ALLAH.

Parameter apa yang dia gunakan hingga seseorang dikatakan dicintai ALLAH sedang yang lain dimurkaiNYA?

Apa kalau seseorang pakai gamis atau sarung dan bersorbankan kain katun yaman dan sering ke masjid, lalu orang tersebut berarti dicintai ALLAH? Dan berhak mendapatkan posisi dikubunya ALLAH?

Atau karena seseorang sering meneriakkan takbir sekeras-kerasnya hingga tenggorokannya somplak lalu ia dikatakan orang yang dicintai ALLAH?

Eh bapak pernah dengar riwayat Tirmidzi ini nggak ? (kalau menurut saya sih kagak. Wong itu cuma Fiksi. mendingan juga baca novelnya Bastian tito “wiro sableng”)

#Berapa banyak orang yang berambut kusut masai, berdebu dan berpakaian usang dan tidak dipedulikan orang, akan tetapi jika dia berdo’a niscaya ALLAH akan mengabulkannya….#

Artinya…ketaqwaan seseorang tidak bisa dilihat dari penampilannya. Paham pak?

Dengan kata lain juga berarti kalau Ibu Megawati, Nusron Wahid, KH Safi’i Ma’rif, KH Said Aqil Siraj, Romahurmuziy, putra mbah KH Maimoen Zubair, Taj Yasin, berada di kubu setan.

Dan Yusril, Habib Riziek, Novel bamukmin, Fadli Won, Wahabi, dan pendukung dananya Abu Tours berada dikubu ALLAH, begitu maksud lo ?, (oh my god… yang minum oplosan siapa, yang mabuk siapa)

Kalau bapak memang benar konsisten mencari pemimpin yang ngislami,.. Bukankah dulu Indonesia pernah punya pemimpin kelas Ulama KH Abdurahman wahid, mengapa bapak berbuat makar dan merobohkan kursi kekuasaannya ?

Yang setan gila itu bapak apa setan (maksudnya saya)

Sekarang begini saja mbah, anggap saja saya yang dikubu Setan dan Bapak dikubu ALLAH

Kalau kubunya setan tak usah dipikirkan dia sudah pasti masuk neraka. Kita concern saja ke partainya ALLAH. setahu saya, ALLAH senang sama orang yang menuntaskan janji, yang menyampaikan kebenaran, melindungi yang lemah, bersikap lembut dsb

Dan ALLAH membenci para penipu, pendusta, penyebar kabar bohong, sikap mencla-mencle dan orang yang suka marah-marah.

Biar bapak sendiri yang mikir deh, masak saya harus nunjukin ayat-ayatnya, nggak pantes.. Ya kan?

“Wa makaru wa makarallah, wa huwa khairul maakirin”

ALLAH memang se-baik-baik pembalas makar…makanya ambisi bapak jadi presiden, tak pernah kesampaian. padahal survei Kompas pada masa itu (masa pasca lengsernya Soeharto) , jika saja saat itu ada pemilu maka bapak yang pasti jadi pemenangnya.

Tapi sekarang…mau jadi kepala kuli saja, saya tetep ogah jadi kulinya. Nasib… Nasib

Makanya jadi orang jangan terlalu ambisius. Bisa gila…

Saya sebetulnya males nulis tentang pak Amien rais. Pertama, usia beliau yang lebih tua dari saya (walaupun kami sama-sama sudah dipanggil mbah kakung), Juga karena nggak ada pengaruh apa-apa buat dia.

Tapi kalau mendengar beliau ngomong kok njelehi atau ngeselin dalam bahasa indonesianya.

Bambang

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=588171628214022&id=100010635702739

(suaraislam)