Viral! Jokowi Unggul Quick Count Sementara, IHSG Melejit, Saham Perusahaan Sandiaga Anjlok!

Pasar modal Indonesia hari ini begitu bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak di zona hijau. 

Adapun yang menarik dari perdagangan hari ini adalah antusiasme dari investor asing yang begitu besar. Perdagangan baru berjalan sekitar satu jam saja dana asing tercatat sudah masuk Rp 1,2 triliun di semua pasar.

Melansir data RTI, Kamis (18/4/2019), netbuy itu terdiri dari aksi beli investor asing di pasar reguler sebesar Rp 1,22 triliun. Namun di pasar nego dan tunai tercatat netsell sebesar Rp 23,64 miliar.

Saat ini IHSG berada di level 6.530. Posisi itu meningkat 0,76% dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara pada perdagangan pre opening, IHSG naik 87,303 poin atau 1,35% ke 6.568. Indeks LQ45 naik 21,265 poin atau 2,08% ke 1.045,207.

Membuka perdagangan Kamis (18/4/2019), IHSG masih menguat 103,444 poin (1,60%) ke 6.584,986. Indeks LQ45 naik 23,202 poin (2,27%) ke 1.047,144.

Jokowi Unggul Quick Count Sementara, IHSG Melejit ke 6.584

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pagi ini. IHSG dibuka menguat hingga 87,303 poin ke 6.568. Positifnya IHSG ini terjadi setelah kegiatan pemungutan suara pada Pemilu kemarin.
Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini keluar dari level Rp 14.000. The Greenback berada di level Rp 13.995.
Pada perdagangan pre opening, IHSG naik 87,303 poin atau 1,35% ke 6.568. Indeks LQ45 naik 21,265 poin atau 2,08% ke 1.045,207

Membuka perdagangan Kamis (18/4/2019), IHSG masih menguat 103,444 poin (1,60%) ke 6.584,986. Indeks LQ45 naik 23,202 poin (2,27%) ke 1.047,144.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG terus melejit dengan naik 129,587 poin (2%) ke 6.611,129. Indeks LQ45 naik 29,340 poin (2,87%) ke 1.053,282.
Baca juga: Hasil Quick Count 01 Unggul, Akankah Jokowi Effect Muncul Lagi?

Pemilu 2019 memang diyakini memiliki pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah maupun IHSG. Dalam proses pemungutan suara Pemilu kemarin, Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) unggul dalam hitung cepat atau quick count sementara.

IHSG diperkirakan akan rally hari ini karena hasil tersebut. Perkiraan pilihan utama untuk memonetisasi reli pasca pemilu adalah RALS, ACES, BBNI, BBRI, PTPP, dan WIKA.

Sementara itu bursa saham Wall Street pada perdagangan semalam (15/04) kompak ditutup dalam teritori negatif dengan melemah tipis , dimana Dow Jones turun 0.11%, S&P 500 melemah 0.06% dan Nasdaq negatif 0.10%. 

Minimnya pergerakan tersebut masih cenderung terpengaruhi oleh rilisnya laporan keuangan emiten perbankan kuartal I 2019 yang masih dibawah perkiraan.

Perdagangan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:Indeks Nikkei 225 turun 105,551 poin ke posisi 22.172Indeks Hang Seng turun 187,439 poin ke level 29.937Indeks Komposit Shanghai turun 20,6 poin ke level 3.242Indeks Strait Times menguat 0,2 poin ke 3.348

Kalah Hitung Cepat, Saham Perusahaan Sandiaga Anjlok

Pemilihan umum telah dilakukan. Meski hasil perhitungan manual KPU belum keluar, namun sudah banyak bertebaran hasil quick count yang dikeluarkan berbagai lembaga survei.

Hampir seluruh hasil quick count lembaga survei menunjukkan kemenangan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. 

Hasil quick count itu sepertinya cukup mempengaruhi beberapa saham secara spesifik. Terlebih bagi saham-saham yang berkaitan bagi orang-orang penting di kedua belah kubu.

Seperti saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang hari ini anjlok cukup dalam. SRTG sempat turun ke level Rp 3.400 atau anjlok 11% dari penutupan sebelumnya Rp 3.840.
Setelah itu saham SRTG kembali menguat, meskipun masih berada di zona merah. Hingga berita ini diturunkan saham SRTG telah anjlok hampir 6% ke posisi Rp 3.610 dan bergerak ke 5,47% dengan posisi Rp 3.630.

Seperti diketahui Sandiaga Uno calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto merupakan salah satu pemilik dan pendiri dari perusahaan investasi ini. Sandi sudah beberapa kali menjual kepemilikan sahamnya di SRTG dan diakuinya untuk dana kampanye.

Terakhir kali Sandi jual saham SRTG totalnya 19 juta lembar di bulan April 2019. Seluruh penjualan saham SRTG itu dilakukan di harga Rp 3.775 per lembar saham. Jika dihitung maka total dana yang didapat Sandi sebanyak Rp 71,7 miliar.

Jumlah saham SRTG yang dimiliki Sandi pun kembali berkurang. Sebelum transaksi-transaksi itu dia memiliki 605.365.429 lembar saham atau 22,3138%, kemudian berkurang menjadi 586.365.429 lembar saham atau setara 21,6134%.

Sandi sebelumnya juga sudah berkali-kali menjual saham Saratoga. Nilai saham yang dilepas dari Oktober 2018 hingga Maret 2019 mencapai Rp 561,7 miliar atau setengah triliun lebih.

(detik.com/beritaterheboh/SI)