Tuding Jadi Aktor di Balik Sweeping Pemutaran Filmnya, Garin Minta FPI Dibubarkan

Film Kucumbu Tubuh Indahku di Festival Kota Lama Semarang dikabarkan disantroni FPI. (Foto: Dok. Amygdala Publicist)

Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah membantah kabar soal aksi sweeping terhadap film Kucumbu Tubuh Indahku di Semarang, Minggu (15/9) lalu. Ketua Tim Advokasi FPI Jawa Tengah Zainal Abidin menuturkan bahwa pihaknya tak pernah melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

“FPI tidak ada sweeping dan pasti kami larang sweeping karena bertentangan dengan UU Ormas,” kata Zainal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/9).

Dia pun menantang pihak-pihak yang menuding untuk membuktikan peristiwa yang sebenarnya. “Coba cek siapa yang lakukan sweeping,” ujarnya.

Melalui akun facebooknya, sutradara Garin Nugroho mengatakan bahwa FPI menyatroni penayangan film Kucumbu Tubuh IndahKu akhir pekan lalu. Ia meluapkan kekesalannya atas insiden yang ia sebut main hakim sendiri.

“FPI dan ormas Islam atas namakan warga Muslim Semarang, menyatroni pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku di Semarang (15 Sept) diputar sebagai bagian dari fest kota lama, mereka meminta film ditunda dan dihentikan,” kata Garin.

“Saya menolak keras karena film telah lolos sensor dan ormas bukan lembaga polisi atau pengadilan yang berhak mengadili dan menutup pertunjukan, saya tetap memutuskan memutar sebagai hak hukum dan demokrasi saya,” lanjutnya.

“Terlebih pengawalan dengan bendera depan pintu masuk oleh anggota ormas tersebut, sudah mengganggu ketertiban umum dan menjadikan penonton khawatir dan ragu masuk,” katanya.

“Debat alot terjadi. Polisi akhirnya datang. Salut polisi Semarang. Film akhirnya diputar, dikawal petugas polisi, diskusi berjalan seru, penonton penuh, sungguh menarik, sahabat-sahabat penonton perempuan berjilbab justru aktif bertanya dan berpendapat dengan genuin. Salut penonton Semarang, terima kasih panitia,” kata Garin.

Tidak hanya itu, Garin pun meminta agar FPI dibubarkan.

“Catatan saya, ormas semacam ini wajib dibubarkan dan guna efektivitas penegakan hukum, tindakan main hakim sendiri di lapangan, harus tegas diberi hukuman, jika tidak terjadi, maka meski organisasi dilarang atau dibubarkan, perilaku main hakim sendiri di lapangan tetap terjadi,” lanjutnya.

Dalam unggahan tersebut, Garin juga menunjukkan sejumlah foto yang menunjukkan peristiwa. Tampak kerumunan datang dan mengawasi kegiatan tersebut.

Ada pula foto yang menunjukkan sebuah diskusi dengan pihak panitia dan pihak yang diduga FPI. Pun sejumlah foto yang menggambarkan kegiatan tersebut.

Berdasarkan siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, sweeping terjadi satu jam sebelum pemutaran film Kucumbu Tubuh Indahku diputar di Gedung Marabunta, Kota Lama Semarang. Segerombolan orang dengan membawa atribut ormas mengepung area pintu masuk gedung. Panitia Festival Kota Lama Semarang akhirnya meminta mediasi kepada ormas.

“Kami mewakili umat muslim masyarakat Semarang meminta film ini untuk dibatalkan karena film ini dapat merusak moral anak muda dengan adanya unsur LGBT,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

(cnnindonesia.com/suaraislam)