Tipuan Eks HTI dan Kelompok Radikal untuk Mengelabuhi Kiai Kampung, Waspadalah!

Aksi unjuk rasa di Jakarta yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 16 Maret 2008 (APF).

Selama ini banyak orang menduga bahwa sasaran kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya adalah muslim perkotaan.

Tidak hanya demkian, menurut mantan ketua HTI Babel Ayik Heriansyah,  kiai dan kader-kader di desa harus terkoneksi dengan kader-kader NU di tingkat nasional biar tidak mudah ditipu minhum.

“Kiai-kiai kampung selama ini  menjadi mangsa kaum radikal karena mereka tidak mengikuti narasi-narasi politik kontemporer menurut sudut pandang NU,” kata Ayik kepada Dutaislam.com, Senin (22/07/2019).

Sebelumnya, Ayik juga menceritakan perihal tipuan aktivis HTI yang menggunakan kata “sayyidina” untuk mengelabuhi kiai-kiai NU.

“Katanya berhubungan dengan Kiai-kiai NU gampang, asal shalawat pakai “sayyidina” berarti NU. Nanti dianggap orang NU. Kiai NU tidak tahu kalau sebenarnya kita HTI,” cerita Ayik menirukan ungkapan Aktivis HTI yang tidak disebutkan namanya.

(dutaislam.com/suaraislam)