Terungkap! Rizieq Bebas Berkat Jaminan Konjen RI

SETELAH staf Konjen RI Jeddah, Arab Saudi, memberikan jaminan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Mekah, Rizieq Shihab dibebaskan dari tahanan, Selasa (6/11) pukul 20.00 waktu setempat.

Demikian penjelasan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

“Saya sempat berharap hanya izin tinggal (Rizieq) yang kedaluwarsa atau overstay yang merupakan pelanggaran imigrasi,” kata Dubes Agus.

Polisi Mekah mendatangi kediaman Rizieq Senin (5/11) pukul 08.00 karena mendapati bendera hitam yang mengarah ke ciri-ciri gerakan ekstremis di dinding bagian belakang rumah yang ditinggali Rizieq di Mekah.

Senin sore sekitar pukul 16.00, polisi Mekah dan Mabahis ‘Aammah (intelijen umum, General Investigation Directorate/GID) menjemput Rizieq untuk dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya, aparat keamanan menahan yang bersangkutan untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Seusai diperiksa semalaman di Kantor Mabahis ‘Aammah, Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 Rizieq kembali dibawa ke Kepolisian Mansyuriah. Empat jam berselang, sekitar pukul 20.00, seorang staf KJRI diperkenankan membawa pulang Rizieq setelah memberikan jaminan.

“Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apa pun yang berbau terorisme, seperti IS, Al-Qaedah, Al-Jama’ah al-Islamiyyah, dan segala kegiatan berbau terorisme dan ekstremisme,” lanjut Dubes Agus.

Beri pendampingan

Dubes Agus menambahkan, otoritas setempat pun akan memantau akun media sosial secara intensif untuk pelanggaran teknologi informasi yang merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kemarin membenarkan ihwal penangkapan Rizieq oleh aparat Saudi. Untuk mengklarifikasi informasi itu, Kemenlu meminta KJRI Jeddah menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Rizieq dimintai keterangan atas dasar laporan warga Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip bendera IS terpasang di belakang rumah Rizieq di Mekah,” ujar Tata, panggilan akrab Arrmanatha.

Sebagai tindak lanjutnya, menurut Tata, staf KJRI Jeddah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada Rizieq. “Itu seperti kepada semua WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri. Tentunya hukum dan aturan setempat harus dihormati.”

Menlu RI Retno Marsudi dalam komunikasinya dengan Dubes Agus mendorong KBRI dan Konjen RI melakukan pendampingan dan pengayoman kepada Rizieq dalam menghadapi kasusnya dengan keamanan setempat.

“Saya intens berkomunikasi dengan semua pihak di Saudi terkait dengan yang dituduhkan kepada Rizieq. Jika itu yang dituduhkan, lembaga yang menangani ialah superbodi Saudi di bawah Raja atau dikenal dengan nama Riasah Amni ad-Daulah (Presidency of State Security),” ujar Dubes Agus.

Ke depan, KBRI di Riyadh dan Konjen RI di Jeddah menyediakan pendampingan kepada Rizieq dalam menghadapi masalah hukum di Saudi.

“Kami mewakafkan diri untuk pemihakan dan memberikan pelayanan kepada seluruh ekspatriat Indonesia yang berada di Saudi,” tandas Dubes Agus.

(mediaindonesia/suaraislam)