Terungkap! Mars Pandu Bangsa Gerindra menjiplak Lagu Kamunis Chile Venceremos

Suasana Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018. TEMPO/Putri

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengakui Mars Pandu Bangsa yang sering diputar dalam acara partainya diambil dari irama lagu “Venceremos”. Mars Pandu Bangsa ini belakangan diperbincangkan warganet dan dikaitkan dengan Partai Komunis Cile.

“Lagu itu kan kami ambil iramanya dari Venceremos ya, dan itu kebetulan saja. Lagunya lagu semangat dan lagu yang menurut para kader memotivasi,” kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Isu yang mengaitkan Mars Pandu Bangsa dengan komunisme pertama kali dilontatrkan oleh salah satu pendukung Joko Widodo. Akun bernama @D4Ni3L_Pu, yang diikuti 7.209 pengguna Twitter mengunggah cuitan yang menyamakan Mars Pandu Bangsa dengan Venceremos.

“Selama ini pendukung Prabowo sering menyerang Jokowi dengan isu komunis. Tapi, kok, mars partai milik Prabowo yang justru ada kemiripan dengan mars [partai] komunis Chile? Hayo sopo sekarang yang ada bau-bau komunis?” cuit pemilik akun tersebut.

Edhy menampik Mars Pandu Bangsa memuat gagasan komunisme atau terkait dengan partai komunis mana pun. Dia mengatakan Gerindra adalah partai nasionalis yang percaya kepada Tuhan YME. Dia juga menampik jika ada yang mengaitkan partainya dengan Partai Komunis Indonesia.

“Yah kita lihat saja isinya apa lagu itu. Isinya apa? Isinya apakah seperti tujuan PKI? Kami anti-PKI yah,” ujarnya.

“Venceremos” yang berarti “Kami Akan Menang” merupakan sebuah lagu propaganda yang diciptakan Sergio Ortega, komposer kelahiran Antofagasta, Cile. Ortega dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak Nueva Cancion, lagu-lagu populer bermuatan politis saat pemerintahan sosialis Salvador Allende pada 1970-an.

Lagu “Venceremos” ini juga dipakai sebagai lagu kampanye Allende saat pemilu 1970 melawan Radoromic Toric. Namun, “Venceremos” paling populer saat dinyanyikan penyanyi folk Cile, Victor Jara.

Edhy pun mempersilakan publik menilai apakah isu yang bergulir itu merupakan kampanye negatif untuk Partai Gerindra dan Prabowo. Ihwal izin menggunakan irama lagu, Edhy mempersilakan pihak-pihak yang keberatan untuk menggugat secara langsung.

“Kalau ada yang mempermasalahkan apakah harus ada izin, ya silakan siapa yang menggugat terhadap itu kami akan menerima, kami akan menghadapi,” kata Edhy.

(tempo.co/suaraislam)