Tengku Zul dan Nadzar ‘Syirik’

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain sedang ramai dibicarakan di media sosial dan menjadi bullian warganet.

Pria yang memiliki sapaan populer Ayah Naen itu mencabut dan membatalkan nazarnya setelah Mobil Esemka jadi diproduksi.

Dalam cuitannya Tengku Zul bernazar jika Mobil Esemka keluar, dia akan beli 10 biji dan akan dibagi ke tetangganya. Tengku Zul pun berdoa jika dia ingkar janji, semoga Allah melimpahkan bencana kepadanya.

Salah seorang netizen, Fadly Abu Zayyan mengomentari nazar yang dibatalkan oleh Tengku Zul

Dalam postingan Facebooknya, Fadly Abu Zayyan (FAZ) berkata bawah dirinya sejak awal sudah ragu bahwa pemilik dua akun twitter ini adalah orang yang sama, yaitu antara zulkarnain dan zulkarnaen. Yang satu pakai z (ustadz). sementara satunya tanpa z (ustad). Belum lagi akhiran perbedaan l dan 1 berikut spasinya pada zul dan zu 1.

“Namun yang jadi masalah, cuitan kedua (cabut nadzar) itu seperti buah simalakama. Kalau disanggah bahwa itu bukan akunnya, seolah membenarkan nadzar akan bagi-bagi mobil Esemka kepada para tetangga dan harus dilaksanakan. Tak disanggah tetap akan menjadi bahan cemoohan di jagad medsos. Skak mat tadz!’ ujar FAZ

FAZ menambahkan setidaknya ini menjadikan pelajaran agar kita tidak terlalu mudah menjatuhkan nadzar. Karena jika tidak berhati-hati bisa tergelincir pada Nadzar Syirik. Yaitu Nadzar bukan karena ketaatan kepada Allah. Melainkan bernadzar untuk selain Allah. Misalnya, bernadzar untuk memuaskan Nafsu Kebencian. Selain berdosa, juga diwajibkan membayar Kaffarah (tebusan).

(suaraislam)