Tanpa Resolusi Jihad NU, Indonesia Kembali Dikuasai Penjajah

20078
Nahdlatul Ulama

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang KH Isrofil Amar melalui amanat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, peran kiai dan santri merupakan bagian penting dalam sejarah pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Fatwa Resolusi Jihad NU yang dikemukakan KH Hasyim Asy’ari, 22 Oktober 1945, menyerukan perlawanan terhadap Belanda yang hendak kembali menguasai Indonesia setelah sukses mengalahkan Jepang dalam perang dunia II, menjadi cikal bakal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini.

Baca:

Karenanya, Kiai Isrofil mengungkapkan, tanpa adanya fatwa resolusi jihad tersebut, niscaya Indonesia saat itu kembali terjajah dan dikuasai.

“Sejarah telah mencatat bahwa santri mewakafkan dirinya untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka dengan caranya masing-masing membangun kekuatan untuk melawan penjajah,” katanya saat perayaan HSN di alun-alun Jombang, Sabtu (22/10).

Dikeluarkannya fatwa resolusi jihad itu sebelum terjadinya peristiwa perang antara arek Surabaya melawan tentara Inggris tanggal 10 November 1945 yang saat ini ditetapkan sebagai hari pahlawan. Semangat perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari usaha para kiai dan santri sebelumnya.

“Untuk itu, mengenang jasa para ulama, dan penghormatan kepada mereka merupakan keharusan untuk kita semua, hal itu juga sudah termaktub dalam keputusan Presiden yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN),” pungkasnya.

(nuonline/suaraislam)