Suliyono Penyerang Gereja, Berikut Rekam Jejak Digital Simpatisan HTI dan PKS Ini

1038
Seseorang menunjukkan foto Suliyono pelaku penyerangan Gereja Santa Yogyakarta. Foto: istimewa

Kalau penyerang Gerja Santa Lidwina ini benar-benar adalah orang yang terafiliasi dengan gerakan HTI dan juga merupakan simpatisan PKS, maka memang benar-benar sudah berbahaya ajaran yang disebarkan oleh HTI. Pelaku bernama Suliyono ini dalam telusur rekam jejak digital ditemukan fakta yang mengejutkan. ternyata pelaku adalah orang yang diduga sudah terinfeksi ajaran HTI.

Berikut adalah fakta-faktanya:

Fakta di atas ditambah juga dengan pernyataan ayah Suliyono, Mistaji (58) di kediamannya, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Suliyono yang saat itu disuruh pulang dan segera menikah malah menolak. alasannya mau menikah dengan bidadari. Bayangkan kalau dengar kode “bidadari” tujuan kita pasti langsung pada kaum pengidam bidadari bani micin.

“Saya suruh pulang ke Banyuwangi. Tapi menolak. Saya malah minta dia segera menikah. Malah dijawab dia ingin menikah dengan bidadari,” ujar Mistaji.

Sudah sangat tepat rasanya tindakan Jokowi menerbitkan perppu dan menerabas ajaran berbahaya yang diajarkan oleh HTI yang kalau dirunut-runut sebenarnya masih satu aliran dengan PKS. Tetapi PKS bisa saja berkelit karena Perppu kini sudah jadi Undang-undang. Jujur saja, mereka ini susah dibedakan karena pada hakekatnya tidak berbeda.

Sepertinya tindakan Jokowi menerabas HTI mendapatkan serangan balik yang cukup signifikan. Jokowi mau tidak mau harus waspada dan bijaksana mengatasi serangan balik mereka. Kalau tidak, maka bisa menyebabkan kekacauan dengan isu anti islam, dll yang selalu mereka gaungkan.

Menarik menunggu tindakan Jokowi menghadapi kejadian ini. Tetapi jokowi sudah memberikan sinyal bahwa kejadian ini sangat penting dengan hadirnya Panglima TNI mengunjungi tempat tersebut. tidak usah tanya siapa yang suruh Panglima sampai turun kesana. Karena pastinya ini adalah sebuah simbol bagi siapa saja yang kembali bermain-main tidak akan dibiarkan lebih jauh lagi bertindak.

Apakah TNI akan dilibatkan?? Tenang saja. Kehadiran TNI bukan untuk melakukan hal itu. Ini hanya secara simbolik menunjukkan bahwa negara serius menanggapi kejadian ini. Dan sepertinya sudah tahu bahwa yang melakukan ini adalah anteknya HTI yang berlagak jadi orang gila.

Apakah ini kalau terus digali ada kaitannya dengan aksi-aksi sebelumnya?? Saya tidak bisa memastikan, tetapi biasanya gerakan seperti ini selalu ada pemicunya. Seperti aksi Bom selalu ada yang memulai dan mengikuti. Bisa saja ini metode sama, tetapi caranya dengan menyerang pemuka agama dan berlagak gila.

Semoga saja Polri bisa usut tuntas hal ini dan bongklar sampai ke akar-akarnya.

Salam Bongkar.

Palti Hutabarat

(indovoices.com/suaraislam)