Seru Gagalkan Pelantikan Presiden, Sri Bintang Dipanggil Polda Metro Jaya

Sri Bintang Pamungkas mengatakan target utamanya saat ini adalah menjatuhkan rezim pemerintahan Jokowi. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)

Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan Sri Bintang Pamungkas terkait dugaan adanya seruan dari aktivis itu untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Pemanggilan Rabu 11 September,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (10/9).

Sri Bintang dilaporkan Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) setelah seruannya soal pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih beredar di media sosial. Polisi sudah memeriksa PITI sebagai pelapor.

“PITI keberatan atas pernyataan video yang beredar di YouTube, di mana bahwa Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden Jokowi [dan Ma’ruf Amin] pada tanggal 20 Oktober 2019,” ucap Ketua Umum PITI, Ipong Hembing Putra, di Mapolda Metro Jaya saat membuat laporan, Rabu (4/9).

Dengan adanya pernyataan tersebut, PITI merasa dirugikan karena ucapan Sri Bintang Pamungkas bisa membuat kegaduhan di masyarakat. Oleh sebab itu, PITI meminta polisi menindaklanjuti laporan tersebut.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor LP TBL/5572/IX/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19/2016 tentang ITE atau Pasal 160 KUHP.

(kumparan/suaraislam)