Rizieq Batal Pulang, Benarkah Karena Ini Alasannya?

Pimpinan FPI Rizieq Shihab bereaksi saat dicecar pertanyaan oleh awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2). Rizieq Shihab akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar yang menjerat Sri Bintang Pamungkas. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Syihab kembali batal pulang ke Indonesia. Padahal tiket pesawat sudah dipesan dan kepanitiaan penyambutan sudah dibentuk. Rizieq Shihab dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 21 Februari 2018 untuk menghadiri Musyawarah Nasional Persaudaraan Alumni 212 yang pertama dan menemui para jamaah yang telah lama menunggu kepulangannya.

Pemberitahuan batalannya kepulangan Rizieq disampaikan pengacaranya,Kapitra Ampera. Dikutip liputan6.com (16/2/18), Kapitra tidak memberikan alasan mengapa Rizieq batal pulang. Ini merupakan kali ketiga Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Mengapa Rizieq tidak jadi pulang? Benarkah karena takut menghadapi proses hukum? Padahal sejumlah pihak, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin sudah memintanya pulang untuk menghadapi proses hukum yang disangkakan. Seperti diketahui, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka chat mesum dengan Firza Husein oleh Polda Metro Jaya dan juga tersangka penista Pancasila di Polda Jawa Barat atas laporan Sukmawati Soekarnoputri. Sukma menilai ucapan Rizieq yang menyebut Pancasila Sukarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’, juga merendahkan martabat ayahnya, yang juga Presiden RI I, Ir Soekarno.

Poin terpenting mengapa Rizieq belum juga mau pulang setelah hampir 10 bulan di Arab Saudi, adalah keengganan Presiden Jokowi memerintahkan penyidik kepolisian mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) seperti yang diminta Rizieq melalui pengacaranya.

Jokowi tetap kekeuh pada keputusannya untuk tidak menuruti permintaan tersebut, meski Eggi Sudjana, yang juga pengacara Rizieq, mengancam akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika saat pulang Rizieq ditangkap. Saat mengumumkan rencana kepulangan Rizieq, Eggi sempat mengatakan, kalau Presiden Jokowi menghendaki kedamaian dalam berbangsa dan bernegara, hentikan kriminalisasi terhadap ulama dan dimungkinkan HRS pulang dengan aman. Eggi juga meminta kepolisian tidak menghalang-halangi kepulangan Rizieq.

Kini ternyata Rizieq ternyata batal pulang. Salah satu penyebabnya tentu karena Jokowi tidak mau didikte dan kepolisian pun enggan menghentikan proses hukum, yang disebut Eggi sebagai kriminalisasi terhadap ulama.

(c.uctalks.ucweb.com/suaraislam)