Rekonsiliasi Kekalahan Prabowo

Gagal menjadikan Amirul Mukminin Al Mukarom Prabowo Watu Ulo sebagai Presiden melalui Ijtima Ulama berjilid-jilid, Kini muncul lagi episode terbaru untuk mempersiapkan Ijtima Ulama Jilid ke 4.

Arahnya sih sudah bisa ditebak, kira-kira hasil putusannya, bakalan mengajukan rekomendasi agar syarat rekonsiliasi itu harus disertai dengan kepulangan Imam Gaib Rizieq Shihab dari tempat buronnya di Arab Saudi.

Suka tertawa geli kalau melihat kelakuan gerombolan mabok agama ini yang tidak mau menerima takdir. Sepertinya mereka tidak pernah ikhlas menerima kekalahan Prabowo dan kemenangan Jokowi. Padahal apa yang terjadi itu adalah kehendak Allah.

Walaupun bla, bla, bla, bla…………….
– Prabowo udah disebut sebagai Titisan Allah
– Menunjuk Prabowo sebagai Presiden karena keinginan Allah
– Munajat 212 di Monas untuk Prabowo,
– Bikin doa kalau Prabowo kalah tidak ada lagi yang menyembah Allah.
– Sholat Subuh berjamaah di GBK untuk kemenangan Prabowo.
– Demo atas nama bela agama dan jihad bela Prabowo
– Bikin analogi bahwa Pilpres itu adalah perang badar, perang Uhud dan perang melawan Firaun 
– Sholat Jumat jadi ajang kampanye
– Udah nyebar fitnah, hoax dan ujaran kebencian.
– Barang bukti kecurangan sudah dilengkapi Allah

Ketika semua itu sudah dilakukan secara terstruktur, sistematis, masif dan brutal tapi tetap saja Prabowo kalah.

Itu namanya Takdir, Kita pasti tahu dan yakin, ketika Allah sudah berkehendak, Ya pasti terjadi. Begitu juga sebaliknya jika Allah tidak berkehendak, Ya tidak akan terjadi.

Faktanya, Saat ini Prabowo telah kalah. Itu artinya Prabowo bukanlah orang yang dikehendaki atau dipilih serta ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di negeri ini.

Kalau semua itu sudah menjadi takdir Allah. Lalu kenapa harus dinafikan kalau gak mau disebut sebagai gerombolan munafikun

Konyolnya, ketika mister Prabowo sudah ditakdirkan kalah tapi dayang-dayang dan para pendukungnya masih banyak yang tidak menerima sambil menangis histeris berjamaah.

Ah, Sepertinya gerombolan ini memang tidak mau menerima kehendak Allah dan tidak ikhlas menerima takdir dari Allah. Padahal sebelumnya nama Allah selalu dibawa-bawa, bahkan agama pun sudah dijadikan alat untuk mencapai tujuannya. Tapi kok mereka tetap aja kalah.

Pertanyaan selanjutnya kenapa Allah memenangkan Jokowi ………

– Supaya kita tahu bahwa Prabowo itu bukan Titisan Allah dan keinginan Allah.
– Supaya kita tahu bahwa masih ada yang menyembah Allah dan masih ada azan yang akan terus berkumandang di negeri ini.
– Supaya kita tahu bahwa Allah SWT Yang Maha Kuasa tidak malu memenangkan Jokowi.
– Supaya kita tahu bahwa PKI tidak akan pernah menguasai Indonesia.
– Supaya kita tahu mana yang disebut ulama benaran dan ulama abal-abal penjual agama
– Supaya kita tahu bahwa pelajaran agama tidak akan dihapus dari kurikulum.
– Supaya kita tahu, kalau Ahok tidak akan menggantikan Kiai Maruf Amin.
– Supaya kita tahu bahwa Jokowi tidak anti Islam.
– Supaya kita tahu, negeri China tidak akan menjajah Indonesia.

Sesungguhnya itulah jawaban dari Allah, bahwa segala macam fitnah keji, hoax dan ujaran kebencian itu nantinya akan hancur lebur ditengah jalan.

Sumber: FB Agus Sutondo

(suaraislam)