Protes Media dan Sebut 11 Juta Massa Reuni 212, Guntur Romli: Prabowo Kenakan-kanakan dan Masih Kesurupan

Protes Prabowo Subianto kepada media terkait acara reuni 212 merupakan sikap kekanak-kanakan. Demikian penegasan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.

“Protes Prabowo Subianto pada media soal acara Reuni 212 merupakan sikap yang kenakan-kanakan, kalau tidak diperhatikan ngambek, itu tipe orang manja, cocok dengan latar belakang Prabowo yang karir militernya mentereng karena waktu itu dia menantu Presiden Soeharto” kata Guntur Romli.

Terkait komentar Prabowo Subianto jumlah massa 11 juta orang pada Reuni 212, Guntur Romli menganggap itu jumlah dari orang yang kesurupan.

“Jumlah 11 juta orang dari Reuni 212 itu hitungan orang yang lagi kesurupan, kan viral juga ada pengakuan Panitia Reuni 212 kalau banyak peserta yang kesurupan, jangan-jangan Prabowo juga kesurupan dan kena halusinasi kalau yang hadir di acara itu sampai 11 juta orang”, tegas Guntur Romli yang juga dikenal aktivis muda NU.

Bagi Guntur Romli jumlah peserta Reuni 212 tidak lebih dari jumlah peserta tari Poco-Poco yang diikuti Jokowi Agustus lalu.

“Peserta tari Poco-Poco yang diikuti Jokowi hanya 65 ribu orang, itu pun sudah penuh dari Siang Monas, Parung Kuda, Jalan Thamrin, Bunderan HI hingga Jalan Sudirman, ini cuma di Monas saja ngaku 11 juta orang, Prabowo kesurupan belum sembuh, harus diruqiyah (disembur)” tutur Guntur Romli yang juga Caleg DPR RI PSI dari Jatim III.

Guntur Romli kemudian membandingkan dengan wukuf di Arafah saat haji yang merupakan acara akbar kaum muslimin di dunia yang tidak ada bandingannya.

“Wukuf di Arafah tiap tahun itu diikutin 2 juta jamaah haji seluruh dunia, itu yang terbesar, luas Padang Arafah berlipat-lipat dari Monas, dengan menyebut peserta Reuni 212 dengan 11 juta orang, sama saja Prabowo mengerdilkan momen wukuf di Padang Arafah” pungkas Guntur Romli.

(suaraislam)