Prabowo Susah Payah Bangun “Kerajaan Kampret”, Tiba-tiba Dilibas Anies

“Etek seatellor, ajem sengerremih” (Itik yang bertelur, ayam yang mengerami).

Susah payah Prabowo membangun “kerajaan kampret,” tiba-tiba dilibas Anies.

Think-thank Anies, bahkan meminta Prabowo mundur secara terang-benerang:

“”Kami berharap Pak Prabowo, sebagai figur yang diusung oleh Partai Gerindra, dapat berjiwa besar untuk legowo (mundur) dan memperjuangkan Anies Baswedan,” kata Koordinator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) La Ode Basir, kepada INDOPOS, Minggu (8/7).

Pastinya Anies sudah memiliki perhitungan sendiri hingga berani “menabrak” dewa kampret. Atau mungkin tim Anies sudah berpengalaman mempecundangi SBY, saat pilkada DKI.

Dua Jendral ketum partai dikerjai Anies modal jigong !

Kalahnya para Jenderal karena mereka mencoba menjadi Arab. Terperangkap oleh permainan Rijiq penganut pan Arabisme akut.

Pan Arabisme, semangat membangkitkan nasionalisme arab untuk melawan Israel, anehnya justru sukses diterapkan di Indonesia.

Jika Prabowo bersemboyan,” Rampok rumah tetanggamu yang sedang kebakaran!” Maka Rijiq cukup meganjurkan,” Ajak tetanggamu subuhan di Istiqlal kemudian ganyang Indonesia !”

Jelas Rijiq lebih santun-religius sekaligus bengis !

Kalau kumpulan perampok berjalan di Jakarta, sudah pasti akan binasa dimassa. Tapi orang habis subuhan, apalagi jumatan teriak-teriak omong kasar. Aparatpun tidak akan berani mengambil tindakan.

Parahnya, mereka juga merasa fiqhnya lebih paten dibanding petuah para Kyai, bahkan mengolok-olok Islam Nusantara sampai maksa-maksa. Ya pantes saja lha wong mereka mengidentikkan diri sebagai bangsa Arab kok.

Prabowo laiknya dewa kampret tanpa pasukan. Paling banter duo F dan selebihnya lebih mengikuti apa kata Babang Rijik.

Dan yang sekarang ngamuk dibilang kampret, sebenarnya kaum pengikut kencing onta. Niatnya mau menggantikan Wowo dengan Anis.

Saya sendiri lebih suka kalau Wowo berbalik mendukung Jokowi, setidaknya dia lebih nasionalis dibanding Anies-Rijiq.

Kalau anis merasa menang dengan ” “Etek seatellor, ajem sengerremih,” Yo wis ben. Namanya juga telor bebek, meski dierami ayam, Insya Allah, menetasnya bebek juga.

Mainkan jenderal…..!

Lutfi Bakhtiyar

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212490562555239&id=1117673302

(suaraislam)