Pilpres 2019 is Over, Jokowi – Ma’ruf Pemenangnya?

Menjawab pertanyaan ini, kita bisa bandingkan dengan survei Pilpres 2014 satu bulan sebelum pemilihan. Soal selisih suara, hasil survei tahun 2014 Jokowi vs Prabowo lebih tipis ketimbang 2019. Di akhir pertarungan, Jokowi-JK menang dengan selisih sekitar 6%.

Saat ini survei-survei yang kredibel memiliki selisih sekitar 11-25%. Menurut saya, hasil survei Litbang Kompas yang memotret selisih paling tipis sekitar 11%, itu justru bagus bagi pendukung 01 agar tidak lengah. Walau selisih 11% namun ekstrapolasi Kompas tak jauh berbeda dengan prediksi akhir survei lain yaitu 01 berada di kisaran 53 – 60%, selisih hingga kisaran 20%. Potensi voter berubah pilihan pun sangat kecil.

Namun demikian, paslon 01 tidak boleh merasa di atas angin dan lengah. Ada satu hal yang perlu diingat oleh kedua paslon yaitu potensi golput di masing masing pendukung paslon. Artinya, kuncinya berada pada to what extent kedua paslon bisa meyakinkan kaum yang berpotensi golput bisa berbuah suara alias memilih mereka. Jadi kuncinya adalah meminimalisir potensi golput di masing masing paslon. Lihat data berikut pada pilpres 2014.

Prabowo – Hatta : 62.576.444
Jokowi – JK : 70.997. 833
Golput : 58.990. 183

Selisih suara tipis hanya 8 juta an dan jumlah GOLPUT: 58 juta. Jadi, melihat jumlah yang tidak memilih ini, 58 juta, cukup besar.

DPT 2014 sekitar 190 juta tak jauh berbeda dengan 2019 berkisar 192 juta.

Namun, melihat beberapa prediksi setiap helatan Pilpres, jumlah golput berkisar 30%. Jika ini benar, maka Pilpres 2019 is over, Jokowi – Ma’ruf adalah pemenangnya, dengan syarat tidak ada blunder parah yang merugikan pasangan ini.

Saran buat 01 dan simpatisan:
Jika paslon 01 benar-benar ingin pilpres “over” maka perlu dilakukan 2 hal selain kampanye konvensional sebelumnya.

Pertama, tidak hanya jargon “anti hoaks” yang diperkuat tapi narasi “jangan golput” harus terus didengungkan secara masif karena potential loss masih tinggi, percuma mendukung petahana tapi tidak menjadi suara.

Kedua, antisipasi pada pihak-pihak yang ingin mendeligitimasi hasil pemilu dan potensi intimidasi di TPS.

Jadi buat paslon 01, Survei Litbang Kompas itu justru bermanfaat, sebagai pecut, tidak terlena dengan survei tinggi.

Saran buat paslon 02 dan simpatisan:
Saya lihat isu yang dimainkan tidak ada yang baru, bahkan sandiwara banyak yang terbongkar apalagi partai-partai pendukungnya seperti Partai Demokrat mulai realistis, lebih fokus ke pileg. Ada baiknya cari amunisi dan gagasan baru bukan malah blunder baru seperti mengundang observer asing, SOS, ini justru berdampak pesimis. Apalagi dalam 8 bulan ini, TKN cukup baik membaca manuver dan menangkal propaganda 02. Tapi, tak ada yang tak mungkin, terus berjuang, siapkan mental menang atau jika kalah (lagi). Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran karena hidup memang tak semudah kata bijak motivator “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”.

Hasil Survei Pipres pada Tahun 2014
Hasil Survei Pilpres 2019

Cak Tengtong

Sumber: FB Mahbub Hefdzil Akbar

(suaraislam)