Perjalanan Intelektual Habib Umar Bin Hafiz

Habib Umar bin Hafidz adalah salah satu di antara ulama-ulama besar Islam abad ini, yang berdakwah keliling dunia untuk menyampaikan pesan-pesan damai agama Islam. Beliau mempunyai nama lengkap Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, dilahirkan di pada 4 Muharram 1383 H / 27 Mei 1963 M.

Sejak kecil, Habib Umar telah memperlajari sejumlah ilmu agama, baik itu Al-qur’an hadis, fikih, tauhid, ilmu bahasa arab, suluk dan ushul fikih. Dan itu semua dipelajari oleh Habib Umar dari para ulama Hadramaut dan juga lingkungan keluarganya sendiri, khususnya dari ayah beliau yaitu Muhammad bin Salim yang merupakan Mufti Tarim.

Selain dari sang ayah, beliau juga belajar kepada para tokoh-tokoh lainnya seperti Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Shihab al-Din, Al-Habib Ahmad bin Ali Ibn al-Shaykh Abu Bakr, Al-Habib Abdullah bin Shaykh Al-Aidarus, Al-Habib Abdullah bin Hasan Bil-Faqih (seorang sejarawan dan peneliti), Al-Habib Umar bin Alawi al-Kaf (sejarawan linguistik), al-Habib Ahmad bin Hasan al-Haddad, Al-Habib Ali Al-Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Al-Habib Salim bin Abdullah As-Syathiri, Syekh Mufti Fadhl bin Abdurrahman, dan Syekh Taufiq Aman.

Sejak usia 15 tahun, Habib Umar sudah aktif berdakwah sambil tetap belajar kepada para ulama-ulama yang beliau temui. Namun saat situasi social politik di kota Tarim sedang kacau, karena penguasaan komunis pada tahun 1981 M. Habib Umar pindah ke kota Al-Bayda yang terletak disebelah utara Yaman.

Di sanalah dimulai babak penting dalam perkembangan perjalanan intelektual Habib Umar. Beliau masuk sekolah Ribat di al-Bayda’, dan mulai belajar ilmu-ilmu agama di bawah bimbingan al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, dan juga di bawah bimbingan ulama mazhab Syafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, Al-Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil. Beliau juga mengajar dan membuat forum kajian baik di kota Al-Bayda, di Al-Hudaydah dan juga di Kota Ta`izz.

Dalam perjalanannya ke tanah Hijaz sekitar tahun 1982 M, beliau diberi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama yang terkenal di sana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang telah menyaksikan bahwa di dalam diri Habib ‘Umar, terdapat semangat pemuda yang penuh kecintaan terhadap Allah Swt dan Rasul-Nya. Dan seorang yang bersungguh-sungguh dalam menyebarkan ilmu dan keadilan kepada umat manusia, sehingga beliau benar-benar dicintai al-Habib Abdul Qadir selaku salah-seorang gurunya yang utama.

Beliau mendapat kesempatan untuk menimba ilmu dan mendapatkan bimbingan dari kedua simbol keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi. Beliau juga banyak mengambil ijazah dan sanad dari musnid dunya Syekh Yasin al-Fadani, dan Muhaddist Haromain Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki.

Di atas adalah diantara para guru Habib Umar bin Hafidz dalam menimba ilmu selama perjalanan kehidupannya. Untuk mengetahui lebih spesifik tentang ilmu apa saja yang diambil Habib Umar pada masing-masing gurunya, perlu adanya dokumen mata rantai (sanad) keilmuan Habib Umar. Yang mana sanad tersebut hanya bisa didapat atau diketahui jika kita mengaji langsung kepada beliau, atau kepada murid-murid beliau.

Nur Hasan

(aif.id/suaraislam)