Peran KH Ma’ruf Amin di Balik Bergabungnya Yusril Menjadi Pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin

Keputusan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin ternyata sudah lama dibuat. Ternyata, tak hanya Erick Thohir saja yang melobi Yusril agar menjadi lawyer paslon nomor urut 01 tersebut.

Cawapres Ma’ruf Amin juga beberapa kali berkomunikasi dengan Yusril untuk memuluskan rencana menggaet Menteri Hukum dan Perundang-undangan di era Megawati Soekarnoputri tersebut. Ma’ruf juga memiliki tim khusus yang bertugas untuk melobi Yusril. Kesamaan latar belakang yaitu aktif di berbagai ormas Islam menjadi jembatan yang mendekatkan Ma’ruf, timnya dan Yusril.

Sosok Ma’ruflah yang dianggap paling tepat untuk menggaet Yusril. Faktor senioritas dan respek Yusril kepada Ma’ruf juga menjadi alasan tersendiri. Setelah beberapa pertemuan, Ma’ruf menyebut akhirnya Yusril menyatakan ingin bergabung sebagai pengacara.

“Alhamdulillah memang sudah lama pernah bertemu saya, bahwa dia akan bergabung,” ujar Ma’ruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/11).

Meski keputusan Yusril ini tidak serta merta membuat PBB mendukung Jokowi, Ma’ruf yakin dukungan partai tersebut akhirnya akan berlabuh ke paslon nomor urut 01 itu.

“Dengan bergabungnya Yusril tentu kita akan menambah kuat, dan menambah besar dukungan. Apalagi dia bersedia sebagai lawyer daripada capres Jokowi dan cawapres, saya,” katanya.

Tak hanya Ma’ruf Amin, kubu Jokowi juga menugaskan sang Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir sebagai pelobi. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menjelaskan, Erick diminta untuk ikut melobi karena memiliki kedekatan khusus dengan Yusril.

Selain itu, sudah menjadi tugas Erick untuk merangkul berbagai kalangan demi penguatan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Menurut Hasto, diliriknya Yusril membuktikan bahwa Jokowi-Ma’ruf mengedepankan kapabilitas dan profesionalisme.

“Mungkin ada sejarah khusus antara Pak Erick dan Pak Yusril mengingat Pak Erick kan pemilik Republika. Ada history-history antara beliau berdua,” ujar Hasto.

“Kita sama-sama tahu bahwa Pak Yusril ini kan pengalamannya segudang di bidang hukum. Secara profesional beliau tak perlu diragukan lagi,” tuturnya.

Namun, ia menegaskan bahwa Yusril yang sudah menjadi pengacara Jokowi tak berarti PBB memberikan dukungan ke paslon Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia, hal itu merupakan urusan PBB.

“Masing-masing partai kan punya mekanisme masing-masing. Dan Pak Yusril di sini sebagai profesional lawyer, sebagai mitra. Jadi jangan langsung dikaitkan dengan dukungan PBB,” tuturnya.

Sejumlah sumber menyebut, Yusril menyatakan kesediaannya menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf sejak September 2018. Finalisasi pertemuan sebagai tanda sepakat dilakukan antara Yusril dengan Erick Thohir sekitar akhir Oktober.

Menanggapi itu, Erick mengaku memang pernah bertemu dengan Yusril. Pertemuan berlangsung di salah satu hotel di Jakarta sebelum Erick menunaikan umrah pada akhir Oktober 2018.

“Saya memang pernah ketemu Pak Yusril di Hotel Mulia memang untuk membahas hal itu,” ujar Erick kepada kumparan di Jakarta, Selasa (6/11).

“Dalam pertemuan itu kami sepakat untuk saling mendukung, dalam artian Pak Yusril menjadi lawyer bagi capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf,” lanjut Erick yang juga pengusaha itu.

Kubu Jokowi-Ma’ruf selalu berkomunikasi dengan Yusril

Komunikasi yang terjalin antara parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf dengan Yusril sudah lama terjalin intens. Meski banyak pihak mengaitkan PBB cenderung mendukung Prabowo-Sandi karena kesamaan ideologi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut sang ketum Megawati Soekarnoputri hingga saat ini masih dekat dengan Yusril.

Yusril memang menjadi salah satu menteri saat Megawati menjadi presiden kelima Indonesia. Meski Yusril beberapa kali mengambil sikap yang berseberangan dengan pemerintah namun komunikasi keduanya tetap terjalin.

“Pak Yusril merupakan salah satu pakar hukum terbaik di Indonesia. Bahkan, dalam beberapa kesempatan ketika Ibu Megawati menerima gelar doktor, Pak Yusril hampir selalu hadir,” ujar dia.

Maka itu, saat PBB menghadapi sengketa terkait keputusan KPU tentang peserta pemilu 2019, komunikasi terus terjalin, setidaknya dengan PDIP.

“Kami saat itu sudah menyampaikan, kalau sekiranya membutuhkan bantuan atau saran, sebagai teman, kami memberikan bantuan,” ujarnya.

Maka, ketika ada wacana menggaet Yusril sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf, tidak ada resistensi sama sekali dari partai pengusung Jokowi-Ma’ruf, apalagi PDIP.

(kumparan/ suaraislam)