PBB: Lebih dari 100 Ribu Warga Sipil Iraq Terjebak di Lokasi Pertempuran dengan ISIS

26
Pengungsi Iraq (Reuters)

Lebih dari 100.000 warga sipil terjebak di belakang jalur ISIS di Mosul yang kini sedang digempur pemerintah Iraq yang didukung AS untuk merebut kembali kota Irak itu. Pertempuran telah berlangsung selama 9 bulan. Adanya ratusan ribu warga sipil terjebak di lokasi pertempuran disampaikan badan pengungsi PBB UNHCR.

Baca juga: Astaghfirullah! ISIS di Marawi, Filipina Merekut Anak-Anak Menjadi Tentara, Ini Videonya!

“Warga sipil ini dijadikan perisai manusia di Kota Tua oleh ISIS,” kata perwakilan UNHCR yang memimpin di Irak, Bruno Geddo, ucapan Bruno merujuk pada distrik bersejarah Mosul tempat militan dikepung oleh pasukan pemerintah Irak.

“Hampir tidak ada makanan, air, listrik, bahan bakar. Penduduk sipil ini hidup dalam situasi ketakutan dan kepanikan yang semakin memburuk karena mereka dikelilingi oleh pertempuran.”

Baca: Surat Terbuka untuk Jusuf Kalla yang Meragukan ISIS di Indonesia

Serangan untuk merebut kembali Mosul, ibukota de facto ISIS di Irak, dimulai pada 17 Oktober dengan dukungan utama udara dan darat dari koalisi internasional pimpinan AS.

Pasukan pemerintah Irak kembali ke Mosul timur pada bulan Januari, kemudian sebulan kemudian memulai penyerangan dari sisi barat di Kota Tua.

Kota Tua “adalah labirin yang sangat padat, labirin gang di mana pertempuran harus dilakukan dengan berjalan kaki, rumah demi rumah,” kata Geddo.

Sekitar 200.000 orang diperkirakan terjebak di belakang jalur ISIS pada bulan Mei, namun jumlahnya sejak itu turun karena pasukan pemerintah telah mendorong pertempuran lebih jauh ke dalam kota.

Jatuhnya Mosul pada akhirnya akan menandai berakhirnya separuh “kekhalifahan” Irak yang dihadiri pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam sebuah pidato di sebuah masjid bersejarah di Kota Tua tiga tahun lalu, yang mencakup wilayah-wilayah di Irak dan Suriah

Sekitar 800.000 orang, lebih dari sepertiga populasi pra-perang di kota Irak utara, telah melarikan diri, mencari perlindungan dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.

Pasukan Kurdi yang didukung oleh serangan udara AS juga mengepung pasukan ISIS di kota Raqqa, ibukota de facto militan di negara tetangga Suriah. (baca: Kesaksian WNI di Suriah: ISIS Bohong!)

(alarabiya/suaraislam)