Menyongsong Lailatul Qadar

(googleimage)

Tidak terasa, puasa kita sudah akan memasuki babak akhir, yaitu sepuluh hari terakhir. Berarti insya Allah kita sudah mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Seperti diketahui, Ramadan awalnya penuh rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan di akhirnya adalah kebebasan dari api neraka, sebagaimana dinyatakan dalam hadis Nabi,

”Bulan Ramadan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah kebebasan dari neraka” (HR Ibnu Huzaimah). Apa yang harus kita siapkan untuk memasuki sepuluh terakhir ini, yaitu harus menjaga kesehatan fisik kita.

Kemudian memperbanyak zikir dan tadarus Alquran, agar kita mempunyai kemantapan batin ketika memasuki hari-hari yang penuh dengan kemaqbulan itu. Rasulullah SAW, ketika akan memasuki 10 hari terakhir Ramadan, biasanya semakin berkonsentrasi ibadahnya, dan ketika sudah tiba 10 hari terakhir, maka Nabi mengurangi tidur agar waktunya lebih banyak dialokasikan untuk ibadah.
Hadis dari Siti Aisyah RA menyebutkan: ”Adalah Rasulullah SAW, apabila masuk 10 hari yang akhir pada bulan Ramadan, melipat tikar, mengikatkan pinggang, dan beliau telah membiasakan dirinya dan keluarganya untuk melakukan ibadah”. Ibadah apa saja yang hendak dilakukan?

Sebagaimana diketahui, bagi orang berpuasa disunahkan melakukan hal-hal berikut: mengakhiri sahur, bersegera berbuka dengan kurma atau minum air sebelum salat magrib, meninggalkan menggosok gigi sesudah tergelincirnya matahari, banyak melakukan sedekah, tadarus Alquran, dan itikaf dalam masjid. Terutama, pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Di dalam Hadis dari Siti Aisyah RA disebutkan: ”Nabi SAW tidak keluar kecuali untuk keperluan manusia (buang air) dan beliau tidak menanyakan dari hal orang sakit, kecuali melalui saja”. Mengapa pada sepuluh akhir Ramadan itu dianjurkan untuk lebih mengintensifkan ibadah? Karena pada hari-hari terakhir itulah akan datang malam Lailatul Qadar.

Beberapa ulama berpendapat, termasuk Hujjatul Islam Imam Ghazali menyebutkan bahwa Lailatul Qadar itu biasanya turun pada tanggal-tanggal ganjil, yaitu 21, 23, 25, 27, dan 29. Ada apa sebenarnya dengan Lailatul Qadar sehingga begitu istimewa dalam Ramadan? Karena pada malam Lailatul Qadar itu Allah membuka pintu doa, dan doa pada Lailatul Qadar sangat maqbul. Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran pada malam kemuliaan (di bulan Ramadan). Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

KH. A. Hasyim Muzadi

(suaraislam)