Mentransformasikan Esensi Ibadah Qurban dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata Qurban [قُرْبَانْ] merupakan bentuk sighat mubalaghah dari bahasa arab قَرُبَ yang berarti dekat. Qurban [قُرْبَانْ] tidak dimaknai melainkan suatu upaya yang sangat serius [السَّعْيُ] untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt [تَقَرُّبًا اِلَى الله].

Qurban seringkali dimaknai dengan ritual ibadah khusus yang dirayakan setiap setahun sekali, yakni dengan penyembelihan hewan Qurban di idul adha hingga hari tasyriq yang memiliki orientasi pada peningkatan ketaqwaan dan rasa solidaritas dengan bertaqarrub kepada Allah Swt.

Mudah-mudahan dengan adanya ritual ibadah QURBAN ini tak hanya hewannya saja yang disembelih, dipotong dan di distribusikan. Melainkan sifat² kehewanan yang terdapat dalam diri mampu kita sucikan dan rasa solidaritas mampu kita tingkatkan.

Salah satu kriteria dari penghuni surga seluas langit dan bumi adalah seseorang yang gemar memaafkan kesalahan orang lain. (QS. Ali Imran: [3]: 133-134). وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Karena mustahil, manusia tak memiliki kesalahan (tidak di ma’shum sebagaimana malaikat). QS. At-Tahrim [66]: 6 لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Malaikat tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Mari di hari idul adha 1440 H ini kita saling memaafkan antar yang satu dengan lainnya.

Imam Syafii, Mahasiswa Alhikam

Sumber: IG imamasy.syafii

(suaraislam)