Mengikuti Nasehat Gus Dur, Putra KH Ahmad Zaini Romli HM Guntur Romli Daftar Caleg PSI

252

Putra Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aitam Arromli, Jangkar, Situbondo, KH Achmad Zaini Romli bernama Guntur Romli memutuskan terjun ke dunia politik praktis. Guntur secara resmi mendaftarkan diri menjadi calon legislatif (caleg) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa (12/9/2017) di Jakarta.

Pada kesempatan itu tampak sejumlah orang yang diketahui dekat dengan Guntur turut menemaninya. Di antaranya KH Achmad Zaini Romli dan Hj Sri Sungkawa Ningsih (orangtua), istri, keluarga, dan para sahabat.

Saat konferensi pers di Kantor DPP PSI, Guntur menyatakan ia memilih terjun menjadi caleg DPR RI karena mengikuti nasehat tokoh yang menjadi panutannya, (alm) K.H. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal Gus Dur. Dalam nasehatnya Gus Dur menyatakan bahwa politik adalah pekerjaan mulia karena memperjuangkan kepentingan orang banyak.

“Karena itu bila saya ditanya mengapa saya masuk politik? Saya akan jawab, saya ingin mengembalikan politik pada khittahnya, pada dasar dan habitatnya, yakni memperjuangkan kepentingan orang banyak,” ujar Guntur di hadapan pengurus DPP PSI, wartawan, dan orang-orang terdekatnya.

Menurut Guntur, ia ingin berpolitik secara bersih dan benar. Bagi Guntur, politik bukan intrik yang menghalalkan segala macam cara hanya untuk memperoleh kekuasaan semata. Politik adalah membuat kebijakan yang berdasarkan kepentingan orang banyak.

“Politik menarik bagi saya selama terkait maslahat orang banyak,” katanya. “Politik itu baik selama di tangan politisi baik, tapi politik akan buruk kalau jatuh dalam kekuasaan politisi busuk.”

Guntur juga menjelaskan mengapa ia memilih bergabung dengan PSI. Guntur merasa visi dan misi perjuangan PSI sesuai dengan apa yang ia perjuangkan selama ini, yaitu melawan intoleransi dan melawan korupsi. “Ini politik sebagai kebajikan. Saya percaya PSI adalah kumpulan politisi-politisi muda yang memperjuangkan prinsip politik sebagai kebajikan,” kata Guntur.

Dalam sambutannya KH Achmad Zaini Romli menyatakan telah memberikan izin dan restu atas keputusan yang diambil Guntur tersebut. KH Achmad Zaini Romli juga mengingatkan putranya tersebut agar tetap jujur dalam berpolitik dan terus memegang nasehat para ulama.

“Sebagai orangtuannya, saya pasti akan membantu Guntur. Insya Allah wilayah Banyuwangi dan Situbondo akan ikut,” kata KH Achmad Zaini Romli diiringi tepuk tangan hadirin.

Guntur dilahirkan di Situbondo, Jawa Timur pada 17 Maret 1978. Guntur menyelesaikan pendidikan tingkat dasar dan menengah umum serta pendidikan keislaman di pesantren ayahnya, untuk kemudian dilanjutkan di Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura.

Pada tahun 1998 Guntur memperoleh beasiswa dan masuk Fakultas Ushuluddin, Jurusan Aqidah Falsafah Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Di sana Guntur menjadi Pengurus Cabang Istimewa NU Mesir, dari tahun 1999 sampai 2004. Tahun 2002-2004 ia menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah NU Mesir.

Guntur selama ini juga dikenal sebagai santri yang dekat dengan Gus Dur. Guntur pernah memandu acara Kongkow Bareng Gus Dur di Radio KBR 68H dari tahun 2005 sampai 2009, menjelang Gus Dur wafat.

Guntur juga dikenal sebagai intelektual produktif. Ia menulis lebih dari sepuluh buku dan puluhan artikel di berbagai surat kabar terkemuka, terutama tentang isu-isu politik Timur-Tengah, keislaman, dan kebudayaan. Ia pun lazim diundang stasiun televisi untuk menganalisis politik Timur-Tengah serta isu-isu radikalisme dan terorisme.

(suaraislam)