Masjid Adalah Tempat Umum, Tanggapan untuk Klarifikasi Somad

Dalam klarifikasinya Abdul Somad mengaku kalau ceramahnya yang menghina keyakinan orang Kristen itu dilakukan di masjid. Namun ia berkilah kalau masjid adalah ‘tempat tertutup’.

“Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV”.

Namun kalau kita kembali pada pasal 156a KUHP, tindakan Somad itu masuk dalam jeratan pidana dengan memenuhi unsur “di muka umum”

“Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.”

Apa yang dimaksud “di muka umum” di sini? Berikut keterangan ahli hukum pidana.

R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal”, mengatakan bahwa supaya dapat dihukum menurut pasal ini, maka orang itu harus:

a. sengaja merusak kesopanan di muka umum, artinya perbuatan merusak kesopanan itu harus sengaja dilakukan di tempat yang dapat dilihat atau didatangi orang banyak, misalnya di pinggir jalan, di gedung bioskop, di pasar, dan sebagainya,

Sedangkan, S.R. Sianturi, S.H., dalam bukunya yang berjudul “Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya”, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “terbuka” atau “secara terbuka” (openbaar atau hampir sama dengan openlijk) ialah di suatu tempat di mana umum dapat mendatangi tempat itu atau di suatu tempat yang dapat dilihat, didengar, atau disaksikan oleh umum (yang berada di tempat itu atau di tempat lainnya).

Jadi, pada dasarnya “tempat terbuka” atau “terbuka” atau “di muka umum” adalah suatu tempat di mana orang lain dapat melihat, mendengar, atau menyaksikan hal tersebut.

(sumber:https://m.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt521b9029a4e48/tentang-tindak-pidana-merusak-kesopanan-di-muka-umum)

Kesimpulannya ceramah Somad itu dilakukan di muka umum, yaitu masjid karena masjid adalah ‘tempat terbuka’ di mana orang lain, orang banyak dapat melihat, mendengar dan menyaksikan ceramahnya.

Muzakki Manaf, SH

(suaraislam)