Mampukah Kita Menumpas SARA?

90

Terbongkarnya sindikat Saracen yang memproduksi konten konten bermuatan SARA guna mendiskreditkan kontestan tertentu sudah mulai terbuka faktanya satu persatu. Jejak digitalnya terbongkar, mutasi rekeningnya juga sedang ditelusuri. Temuan ada transfer 75 juta dari Asma Dewi ke sindikat Saracen adalah bukti hukum yang sahih dan valid.

Jangan remehkan nilainya yang “cuma” 75 jt. Berapapun nilainya, ini adalah benang merah yang mungkin bisa menghubungkan apa kaitannya Asma Dewi, Saracen, dan Pilkada DKI. Kita semua tahu gorengan isue SARA impactnya luar biasa. Politik kotor yang dibalut dengan kemasan agama telah menjungkalkan gubernur penuh prestasi dan punya integritas tinggi seperti Ahok.

Sebesar apapun keterlibatan Saracen, sebanyak apapun bukti-bukti ditemukan, saya pribadi bukan pihak yang berharap hasil Pilkada DKI dianulir. Kenapa? Implikasi politiknya sangat besar, dan ongkosnya juga sangat besar. Sudahlah, biarlah si pemenang dilantik dan menjalankan tugasnya.

Saya lebih senang kita menyatukan kekuatan untuk menangkal isue isue SARA ala Saracen kedepannya nanti. Misalnya; melakukan kontra propaganda atas tuduhan pemimpin ‘musyrik’ yg dituduhkan kepada Dedi Mulyadi. Pilkada Jabar, Jateng, Jatim dll sudah didepan mata. Sindikat ala Saracen dan sejenisnya bakal merajalela. Ada supply ada demand. Ada politikus yang butuh propaganda hitam untuk menjatuhkan lawan politiknya, ada ahli sosmed oportunis yang butuh Rupiah. Jangan sampai kader pemimpin yang bagus dihajar dengan isue SARA. Kalaupun harus kalah, bukan akibat propaganda SARA.

Kita semua menunggu komitmen Polri yang lagi gencar gencarnya menjaring pelaku hate speech. Jangan pandang bulu, gebuk dan ciduk, supaya para pelakunya berpikir 100x sebelum menuliskan ujaran kebencian di sosial media yang bisa mempengaruhi ribuan bahkan jutaan orang.

(fbferysubarkah/suaraislam)