Makin Bela Diri, Somad Makin Layak Masuk Penjara

Melihat pembelaan Abdul Somad di MUI terkait pernyataannya yang diduga menghina agama lain, maka saya katakan, sudah sempurnalah proses hukum ini untuk dilanjutkan. Pernyataan Abdul Somad makin menguatkan bahwa dia tidak mampu mempertanggungjawabkan ucapannya.

Kasus somad bukanlah kasus perdebatan ayat Quran seperti yang dicontohkan somad saat membela diri di MUI, tapi kasus dimana somad diduga menghina agama lain yang ajarannya tidak ada dalam ayat Quran. Ingat hukum tidak bisa dianalogikan atau dicontohkan dan MUI bukanlah pengadilan.

Baca: Arogan! Tolak Minta Maaf atas Video Salib, Somad Dihujat Netizen

Yang Somad analogikan dan contohkan saat di MUI adalah, jika dia menyampaikan ayat Quran, maka dia tidak akan meminta maaf jika ada yang marah akan isi ayat tersebut. Kalau dia meminta maaf maka ayat itu perlu dibuang. 

Pertanyaannya, apakah seperti itu kasusnya? ternyata bukan, karena tidak ada yang marah ketika somad sampaikan ayat Quran. Somad mau berlindung dengan mengarahkan seolah-olah ada yang mempermasalahkan dia saat menyampaikan ayat Quran. Ini sangat berbahaya dan menyesatkan..

Saya tidak akan bicara soal ayat Quran, karena sudah final yang dilakukan somad bertentangan. dengan Surat Al-An’am: 108. Kalau dibahas, orang jadi bertanya, apakah somad membuang surat Al-an’am: 108? Jadi saya akan bahas mengenai dugaan pelanggaran hukumnya saja. 

Baca: Somad Tolak Minta Maaf, Para Pelapor Terus Tuntut Proses Hukum

Pertama, dalam video yang dikasuskan itu, ada yang bertanya soal salib bukan soal patung, apalagi soal ayat Quran. Salib berbeda dengan patung. Somad tidak menjawab soal salib tapi mengarahkan ke patung. Bahwa ada jin kafir yang masuk ke patung dan mengkafirkan orang. 

Kedua, Somad menggambarkan Yesus lalu menyerukan haleluya. Jelas sekali menuding Yesus dan haleluya, bukan lagi bicara soal salib dan bukan lagi bicara soal patung! Sudah mengarah ke Yesus dengan Haleluyanya. Sampai disini jelas, sudah diluar konteks dari pertanyaan.

Ketiga, Kalau Somad bicara soal patung yang ada jinnya, kenapa somad lari ke lambang ambulans? Apakah lambang ambulans itu patung? Jadi sudah tidak sinkron lagi jika somad beralasan bicara soal patung. Somad ini bukan lagi menyerang patung, tapi menyerang Yesus dengan salib dan Haleluyanya.

Jelas ya, pembelaan Somad di MUI malah mengarahkan seolah-olah ada yang mempermasalahkan ayat Quran, Ini bisa jadi kasus baru lagi yang bisa menjerat somad. Padahal tidak ada, yang dipermasalahkan adalah ketika somad diduga menghina Tuhan dan simbol agama lain.

Saya pikir Somad hadapi saja kasus hukum ini secara jantan. Jangan untuk menutupi kesalahan dengan merekayasa kasus agar mendapatkan pembelaan dan pembenaran dari pendukungnya. Jangan menjadi pengecut dengan mengorbankan orang lain. 

Atau memang Somad punya agenda agar agama lain akhirnya menghina agama Islam seperti yang diperingatkan oleh Allah di surat Al-An’am 108? Apakah somad yang pendukung khilafah ini punya agenda ingin memecah belah Indonesia agar bisa digantikan dengan sistem khilafah? entahlah..
Yang pasti, Somad harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia perbuat, dan jangan bersembunyi dibalik pakaian gamis. Karena hukum tidak melihat apa pakaianmu, tapi apa yang sudah kau perbuat. Saya rasa ini cukup jelas ya.

Diambil dari tulisan Teddy Gusnaidi

( teddygusnaidi.com/suaraislam)