Kombes Harry Kurniawan: Polisi yang Pandai ‘Menembak’ Hati Rakyat

IIustrasi

Pada hari-hari ini, wajah Kombes Harry Kurniawan, Kapolres Jakarta Pusat sangat akrab dengan keseharian kita. Muncul di televisi, nongol di media sosial atau bertatap muka bagi yang ada di lapangan. Namun yang paling mengesankan adalah cara dia yang persuasif menghadapi demonstran.

Seruan dia yang viral saat berusaha menenangkan massa demonstran di kawasan depan Bawaslu yang mulai disusupi anasir-anasir jahat. Ada upaya memprovokasi bentrok massa dengan aparat keamanan yang menjaga, baik polisi dan tentara, dengan membakar, melempar dengan molotov, cemooh, hinaan dan cara-cara provokatif lainnya.

Kombes HK sadar ada upaya pihak ketiga yang ingin memancing konflik. Sejak rusuh meledak pada 21 malam hingga 22 diri hari, Kombes HK selalu menegaskan kelompok demonstran yang hadir pada siang hari berbeda dengan kelompok perusuh yang beraksi pada malam hari hingga diri hari.

Polisi yang hanya terus bertahan, meskipun asrama Brimob di Petamburan diserang, bis-bis ditimpuki batu, dibakar, pasukan Polisi dan Tentara yang tidur kelelehan di tengah jalan, shalat bergantian karena di tengah serangan perusuh, ditambah harus tetap melanjutkan puasa–bagi aparat keamanan yang muslim–tetaplah manusia, yang punya batas emosi dan kesabaran. Di tengah lelah dan di tengah jalan raya, ada yang mencuri waktu untuk video call dengan anaknya yang masih kecil, ada yang khusyu’ shalat dan foto-foto lainnya yang menuai simpati masyarakat.

Di atas mobil komando dan melalui pengeras suara, bukan teriakan galak dan amarah dari Kombes HK, jesteru permohonan yang meraih empati agar massa tidak rusuh.

“Pak Ustadz, bantu kami pak ustadz.. kami bertahan. Tolong para korlap bantu kami. Tolong jangan lakukan ini,” teriak Kombes HK berkali-kali.

“Kita sepakat sudah sepakat dari kemarin, TNI-Polri dan media milik masyarakat, tolong bantu kami Pak Ustadz,”

“Jangan lakukan itu teman, kami bertahan pak ustaz, jangan disusupi orang-orang yang tak ingin aksi damai ini. Pak ustadz bantu kami, korlap bantu kami,”

Seruan-seruan ini tampaknya berhasil memenangkan massa.

Dekat dengan Ulama dan Rakyat

Kombes HK memang dikenal dekat dengan ulama dan rakyat. Sebelum menjadi Kapolres Jakarta Pusat, dia Kapolres Metro Tangerang selama dua tahun. Selama bertugas di Tangerang Kombes HK berhasil mengungkap kasus -kasus besar seperti penembakan wanita di Kecamatan Cibodas dan penembakan wanita hamil di Kecamatan Pinang.

Alumnus Akpol angkatan 1995 ini juga dikenal dekat dengan ulama, masyarakat dan umat Islam dengan program Bedah Rumah Marbot Masjid dan program Polsantren (Polisi Sambang Pesantren).

Melalui program Bedah Rumah ini, Kombes HK membedah dan memperbaiki rumah marbot-marbot masjid dan pemandi-pemandi jenazah di Tangerang. Sementara program Polsantren merupakan upaya silaturahim antara jajaran kepolisian dengan pesantren, pengajian, majelis taklim yang menjadi silaturahim, tukar informasi dan kedekatan antara kepolisian dengan masyarakat.

Upaya ini merupakan wujud dari semboyan Kombes HK sendiri yang selalu ditanamkan pada anak buahnya agar menjadi Polisi yang Pandai ‘Menembak’ Hati Rakyat.

Februari 2019, Kombes HK diamanatkan menjadi Kapolres Jakarta Pusat. Menjaga keamanan dan ketertiban Ibu Kota Negera khususnya di Jakarta Pusat yang menjadi lokasi sentral gedung pemerintahan.

Dalam hari-hari ini, Kombes HK beserta aparat keamanan baik kepolisian dan TNI terus berusaha menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah ini.

Mereka tempuh segala resiko, serangan perusuh, lemparan bom molotov dan batu, tembakan petasan, serangan senjata tajam, ancaman bom teror, hinaan, cacian, tidur di tengah jalan, berbuka ala kadarnya di pinggir jalan, shalat bergantian di tengah serangan, itu semua mereka lakukan dan hadapi agar KITA bisa tidur nyenyak di atas kasur-kasur, bisa berbuka bersama keluarga, dan shalat tarawih berjamaah dengan tenang di masjid atau musola.

Terima kasih Kombes HK, Terima Kasih Aparat Kepolisian dan TNI, semua pihak yang membantu pengamanan ini, PPSU: pasukan Oranye dan Pasukan Biru yang bersih-bersih setelah aksi selesai dengan sabar…. Semua pihak yang telah berusaha keras agar keramaian dan keamanan serta NKRI tetap tegak di negeri ini.

Mohamad Guntur Romli

(suaraislam)