Ketum MUI: Ulama Panutan Itu Santun dan Toleran

KH Ma'ruf Amin (KOMPAS.com/JESSI CARINA )

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan dan panutan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Di dalam diri Nabi Muhammad terdapat teladan dari sifat-sifat dan perilaku yang baik. Namun demikian, setelah Nabi wafat, tidak ada orang yang memiliki sifat sesempurna Nabi, kecuali para ulama saleh yang meskipun tidak seluruhnya memiliki sifat seperti Nabi, namun setidaknya para ulama adalah pewaris Nabi.

KH Ma’ruf Amin, ulama yang juga sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan dalam ceramahnya di Youtube tentang orang yang seharusnya dijadikan panutan untuk zaman sekarang. Menurut Kiai Ma’ruf, orang yang patut diikuti di era informasi ini adalah mereka orang-orang yang saleh, baik secara individu maupun sosial.

Dalam pandangan Kiai Ma’ruf, orang yang tingkah lakunya santun, toleran, tidak merasa dirinya paling benar, tidak menuduh yang lain sebagai sesat, senantiasa menebar kasih sayang, tidak senang menimbulkan permusuhan dan kebencian merupakan ciri dari orang yang patut dijadikan teladan dalam hidup.

“Orang-orang yang harus kita contoh adalah orang yang santun, toleran, tidak memaksakan kehendak dan orang yang menebar kasih sayang, tidak menimbulkan permusuhan dan kebencian. Saleh secara pribadi maupun secara sosial,” Ujar Kiai Ma’ruf Amin.

Tokoh yang juga sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menekankan, sifat dan perilaku ulama yang menebarkan perdamaian seharusnya dicontoh dan menjadi pegangan hidup. Karena menurut Kiai Ma’ruf, di dalam diri para ulama terkandung akhlak Rasullah SAW.

“Makanya ulama itu begitu dipatuhi karena dia uswatun khasanah, memberi contoh yang bagus dan mencerminkan ahklak Rasulullah,” tegas Kiai Ma’ruf.

(www.islamramah.co/ suaraislam)