Ketum GP Ansor Minta Kapolri Abaikan Amien soal Pencopotan

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menilai pernyataan Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang meminta Jenderal Tito Karnavian dipecat dari jabatan Kapolri sebagai upaya ungkapan kekecewaannya lantaran diperiksa dalam kasus Ratna Sarumpaet.

Padahal, menurut Yaqut, tindakan polisi memanggil pihak-pihak terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet, termasuk Amien Rais, sudah tepat.

“Ini aneh saja buat saya. Kalau polisi memeriksa orang lalu Presiden disuruh copot Kapolri, lantas kalau ada orang dinyatakan dokter otaknya rusak, Presiden juga disuruh copot Menkesnya, begitu?” kata Yaqut dalam keterangannya, Kamis (11/10).

Kata Yaqut, Kapolri tak perlu menghiraukan pernyataan Amien Rais. Dia meminta agar Kapolri fokus pada pekerjaannya mengusut kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

“Saya kira enggak perlu ditanggapi. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan terbilang berat dan harus mendapat perhatian khusus, seperti mitigasi sejumlah bencana yakni gempa NTB, Palu, dan Donggala,” kata Yaqut.

Amien Rais melontarkan pernyataan agar Presiden Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum diperiksa sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10).

“Saya enggak akan panjang-panjang, saya minta ke Pak Jokowi supaya Pak Kapolri Tito segera dicopot. Alasannya, Anda cari sendiri,” ujar Amien ketika itu.

Amien juga berjanji akan mengungkap kasus besar di KPK yang diduga melibatkan petinggi kepolisian. Namun, Presiden Jokowi menyatakan tidak akan mengintervensi proses hukum.

Yaqut juga mendukung sikap Presiden Joko Widodo yang tidak mau melakukan intervensi atas dugaan kasus yang dialamatkan kepada Kapolri Tito Karnavian.

(cnnindonesia/ suaraislam)