Ketika PKI dan HTI Mau Dikawin Siri

Statement mengerikan, sekaligus menghinakan kepada bangsa dan negara yang sudah mengorbankan darah dan biaya mahal untuk menyelesaikan 2 kasus besar yang membuat kita hampir bubar sebagai bangsa yang besar.

PKI telah mengorbankan Soekarno sebagai tumbal, dan pembegalnya jadi presiden, HTI nyaris menggerus pancasila bila Jokowi tak cepat bereaksi. Eh Hasyim adik Prabowo mengundang datang para musuh negara demi kemenangan sang kakang. Kuping kita masih ada gendang telinganya nyaris tak percaya atas suara yang harusnya tidak adalagi pada zaman dimana isu itu begitu menakuntukan, dan bisa dipakai Amin Rais, Kivlan Zein sebagai isu murahan menyerang Jokowi, eh ternyata DNA itu ada pada Gerindra.

Hasyim tidak sadar, begitu sensitifnya isu itu kepada ABRI, bgmn ngototnya segelintir jendral menyuruh kita nobar film G 30 S PKI, agar kejadian itu tak terulang lagi, atau ada pahlawan yang mau dipamerkan dalam film yang penuh misteri itu. Kenapa Hasyim berani menabrak isu kemanusiaan yang menggemparkan itu, apa dia keprucut ngomong, apa memang memancing anak cucunya keluar, keduanya sulit dinalarkan.

PKI, sudah tak seksi lagi untuk dijual sebagai isu. HTI lebih enak dikaji karena baru saja dihabisi, dan barisan Gerindra, PKS, PAN, pernah pasang badan atas pembubaran ormas yang menolak pancasila, dan penggagas khilafah, yang akhirnya jadi pelepah. Begitu kuat benang merah terbentang diantara mereka. Dan kita bisa dengan jelas membaca sikap mereka, baik dari cara mereka mengumbar bicaranya, maupun prilaku yang penuh tipu-tipu.

Untuk membaca arahnya kita tak perlu pakai konsultan segala, dari cara hidupnya, gaya kesehariannya, kepongahan yang dipertontonkan, menunjukkan bahwa gerombolan manusia ini telah membentuk kerumunan yang siap melakukan perampasan kekuasaan demi mengenyangkan nafsu kebinatangan yang sudah lama mereka simpan.

Bagaimana tidak menjadi kelas binatang, jelas mereka tau PKI dan HTI musuh negara di undang pulang untuk disulang dan diberi ruang. Kata biadab masih terlalu sopan kita sematkan pada manusia pemangsa negara dan bangsanya. PKI dan HTI adalah musuh kita, terus, apakah gerombolan pengundang bukannya sama kelasnya. Kita tidak bisa menerima sampai kapanpun. Karena kalimat itu bukan keluar dari orang pikun, kalimat itu runtun tersusun dari otak penyamun yang sedang getun karena sebentar lagi duit hasil ngentit bakal diaudit. Makanya mereka jadi sembelit, sampai lupa PKI dan HTI adalah musuh negaranya, atau memang mereka sesungguhnya adalah musuh kita yang menyusup untuk menjelma menghidupkan orba.

Mereka lupa sekarang presiden Indonesia bukan kroninya, Jokowi adalah Arjuna, yang menjelma memusnahkan angkara murka. Kalian siap-siap saja dibakar nafsu dunia yang sudah lama kalian simpan, dan sekarang siap menjadi bahan bakar dalam pemusnahan kebejatan yang telah lama kalian lakukan.

Bung, kami bangsa yang terus terjaga, kalian jangan coba-coba. Kalian jual, kami beli. Makanya dgn tegas kami tidak mau presiden yang sudah dikebiri, karena kami akan berlari bersama Jokowi, menjunjung tinggi Ibu Pertiwi.

Sumber: FB Iyyas Subiako

(suaraislam)