Jokowi, Presiden yang Sudah Berdamai dengan Keadaan dan Semakin Dekat dengan Tuhan

Teman saya di Tiongkok bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu.

Saya terkejut bagaimana dia bisa? Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang Jokowi, dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap Jokowi tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak. Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.

Mencintai presiden adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah.

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci.

Kamu tahu , katanya lagi, bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya orang itu tidak bahagia.

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.

Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah,

Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain.

Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia.

Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya.

Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut bahagia itu adalah Kai Xin. Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati. Kalau digabungkan menjadi “ Buka hati “. Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.

Hatinya terbuka untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia, itulah Presiden kamu.

Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.

Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup, dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental, mental orang bahagia*.

Woauuuw ya ya ya

Yovita Natalia

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214019916604600&id=1611644577

(Suaraislam)