Jadi Tersangka Dugaan Makar, Wakil Ketua dan Sekretaris GNPF Sumut Ditahan

Massa yang tergabung dalam GNPF Sumut melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bawaslu Sumut di Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/5/2019). Dalam orasinya mereka menolak hasil penghitungan suara pilpres 2019 yang curang. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/hp.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akhirnya menetapkan Wakil Ketua dan Sekretaris Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Sumut sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Mereka yang ditetapkan menjadi tersangka setelah ditangkap dari lokasi terpisah di Medan itu adalah Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Rafdinal dan Sekretaris GNPF Zulkarnain.

“Mereka ditangkap karena tidak memenuhi panggilan oleh penyidik sebanyak dua kali. Keduanya sudah ditahan,” ujar Kepala Sub Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (28/5).

Nainggolan menjelaskan, kasus dugaan makar yang berujung pada penetapan tersangka terhadap Wakil Ketua dan Sekretaris GNPF itu, terjadi saat kegiatan pawai obor yang dilaksanakan di Jl Brigjen Katamso-MT Haryono dan Jl Sisingamangaraja Medan.

Polda Sumut menangani kasus dugaan makar itu setelah adanya laporan. Salah satu laporan itu sesuai pengaduan Nomor LP/659/V/2019/SUMUT/SPKT I tanggal 08 Mei 2019 yang dilaporkan oleh pelapor atas nama Fauzi Ramadhan Singarimbun di Sumatera Utara.

Dalam akun Facebook, Rafdinal Inal pada Senin, 27 Mei 2019, sempat mengunggah status baru.

“Assalamualaikum, mohon doa semua keluarga, sahabat, kaum muslimin dan para pejuang Islam, saya siang ini dijemput dari rumah oleh aparat Poldasu dengan tuduhan makar. Allahu Akbar,” tulisnya.

Jumlah tersangka kasus dugaan makar ini kemungkinan bertambah. Sebab, Wakil Ketua dan Sekretaris GNPF itu merupakan bagian orang yang dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan di Markas Polda Sumut.

Mereka yang terancam dijerat itu adalah Heriansyah, warga Jalan Balai Desa Perumahan La Tahzan Desa Marindal II Kecamatan Patumbak. Kemudian, Angga Fahmi (Mahasiswa UMSU), Fatra warga Jalan Sekretariat Masjid Raudhatul Islam Jalan Yos Sudarso Gang Peringatan Medan, Prabu Alam Syahputra warga Dusun III Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Indra Suheri (Pengurus FUI Sumut) dan Rinaldi pengurus Aksi Cepat Tanggap (ACT).

(berita.com/suaraislam)