Isu 7 Kontainer adalah Usaha Kudeta Pertama yang Gagal. Waspada!

(CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jika malam itu pada tanggal 2 Januari 2019, KPU tidak segera mendatangi ke kantor bea cukai Tanjung Priuk, untuk memastikan kebenaran informasi bahwa ada 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos, Pemilu 2019 sudah dapat dipastikan gagal!

Jika saja KPU datang memeriksa pada tanggal 3 Januari 2019, dapat dipastikan hari ini terjadi demo besar-besaran menuntut Pemilu yang jurdil, meminta komisioner KPU diganti dan akan ada demo berjilid-jilid menuntut agar Jokowi tidak menggunakan kekuasaan untuk menang.

Ini adalah pintu masuk untuk LEGALKAN CHAOS pra dan pasca Pemilu. Ini adalah pintu masuk untuk menggagalkan pemilu. Jika saat itu KPU tidak segera tanggap, maka isu ini akan menjadi jualan utama secara besar-besaran setiap hari. Diframing bahwa Jokowi KETAHUAN melakukan kecurangan Pemilu.

Ini akan digulirkan setiap hari dan setiap hari mereka ciptakan keributan di setiap daerah. Ini rencana yang mereka susun. Sayangnya, mereka tidak mengira, KPU pada tanggal yang sama dan jam yang tidak terlalu jauh dari isu yang mereka sebarkan, langsung memeriksa TKP.

Masyarakat nanti dibuat beradu fisik, lalu ketika Jokowi menang, terjadi kerusuhan besar-besaran. Ini sangat berbahaya dan sangat brutal. Kalau KPU tidak tanggap kemarin, maka kerusuhan sudah pasti terjadi dan Pemilu sudah dipastikan gagal.

Jika KPU datang tanggal 3 Januari 2019 ke kantor bea cukai, maka isu yang berkembang adalah, 7 kontainer itu sudah diamankan terlebih dahulu, KPU berpura-pura datang untuk memeriksa. Mereka akan sebarkan bahwa kecurangan sudah sangat masif dan terstruktur.

Dengan alasan tersebut, mereka punya bahan untuk terus menerus melakukan demo, melakukan keributan dan terus menyebarkan isu bahwa Jokowi menggunakan kekuasaan untuk memenangkan Pemilu. 7 Kontainer sudah diamankan, KPU dan Jokowi sudah kongkalingkong, Pemilu ini Pemilu dagelan.

Jadi setiap hari isu itu disebarkan, rakyat sengaja dibuat berbenturan, sehingga selesai Pemilu dan Jokowi menang, maka ada alasan para oknum untuk membuat kerusuhan besar-besaran, menolak hasil pemilu. Huru-hara dan bentrokan terjadi dimana-mana. Ini sudah mereka rancang.

Jika berhasil terjadi kerusuhan dan pemilu gagal, maka strategi kedua mereka adalah, melakukan kudeta, mereka akan memanfaatkan kerusuhan yang mereka ciptakan untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi. Mereka akan ambil kekuasaan secara paksa..

Makanya jika kemarin KPU telat bereaksi, maka dari sekarang mereka akan terus membuat bentrokan di berbagai daerah sampai nanti hari H Pemilu. Negara akan rapuh karena terus mengurusi demo dan bentrokan di berbagai daerah, lalu endingnya mereka lakukan kudeta berdarah..

Endingnya adalah Jokowi tidak boleh menang, kudeta adalah satu-satunya cara mengalahkan Jokowi. Kudeta tidak bisa terlaksana jika negara dalam keadaan kuat. Maka harus dilemahkan terlebih dahulu melalui isu kecurangan Pemilu. Ini sangat biadab dan mengerikan..

Yang melakukan ini bisa saja pihak ketiga, yang pasti hanya ini satu-satunya cara untuk mengalahkan Jokowi. Maka harus kita waspadai, karena semua isu yang dibuat dan disebarkan oleh para oknum, endingnya untuk “melegalkan” terjadinya kudeta berdarah..

Kasus isu 7 Kontainer adalah alert bagi kita semua untuk mulai mewaspadai gerakan selanjutnya dari para oknum biadab yang ingin berkuasa dengan cara yang biadab. Ini sudah terencana dan bukan isu murahan. Ini dibuat secara profesional. Semoga pihak kepolisian bisa membongkar kasus ini sampai ke dalang-dalangnya.

Teddy Gusnaidi

(teddygusnaidi.com/suaraislam)