HM Guntur Romli Laporkan Media yang Memfitnahnya Berdusta di Pengadilan ke Mabes Polri

HM Guntur Romli, saksi fakta yang dihadirkan oleh Pemerintah dalam sidang gugatan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Kamis 8 Maret 2018 di PTUN Jakarta Timur melaporkan media pendukung Khilafah, al-khilafah.net yang telah memfitnahnya telah berdusta saat menjadi saksi di Pengadilan.

Pengaduan HM Guntur Romli disampaikan oleh Kuasa Hukumnya Teddi Adriansyah, SH, MH di Mabes Polri, Senin 12 Maret 2018 dengan Tanda Bukti Lapor: TBL/257/III/2018/Bareskrim.

Dalam salah satu liputannya, al-khalifah.net menulis “Guntur Romli, Saksi Fakta Dari Pemerintah Ini, Berdusta Di Atas Sumpah”, Kamis 8 Maret 2018. Fitnah ini juga disebarkan oleh media online lainnya, bernama Dakwah Media, yang menulis: “Diduga Berdusta di PTUN, Guntur Romli Berpotensi Dipidana 7 Tahun.”

Media-media pemfitnah ini diancam dengan Pasal 27 Ayat 3 UU ITE, Jo Pasal 45 Ayat 1 dan atau Pasal 310 dan 311 KUHP.

Ancaman pidana penjara 6 tahun Pasal 45 ayat 1 atau denda 1 Milyar: setiap orang yang memenuhi unsur sebagimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Laporan HM. Guntur Romli diterima oleh Iptu Elias Munthe di Cyber Crime, Bareskrim Mabes Polri, Jl Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menerbitkan Surat Tanda Bukti Lapor (TBL).

“Tidak hanya lapor polisi, saya juga akan lapor Dewan Pers dan Kominfo agar media-media penyebar fitnah itu diblokir,” Tegas HM Guntur Romli saat dihubungi media.

“Kalau media-media ini dibiarkan bisa berbahaya karena mengadu domba dan menyebarkan fitnah dan kebencian.” Pungkas HM Guntur Romli.

(Suara Islam)