Hinaan Somad 3 Tahun Lalu, Bisakah Dituntut Pidana?

Dalam klarifikasinya, Abdul Somad mengaku kalau ceramahnya yang menghina keyakinan orang Kristen itu merupakan ceramah tiga tahun lalu. Banyak sekali pendukungnya, termasuk dia sendiri yang seperti mempertanyakan kenapa setelah 3 tahun baru dibahas? Sesungguhnya pertanyaan seperti itu tidak relevan, hanya kilah ingin mengeles saja, karena banyak sekali kasus kejahatan yang baru diselidiki setelah bertahun-tahun kejadiannya.

Meskipun ceramah Somad sudah tiga tahun lalu, tapi masih masuk tentang waktu yang bisa dituntut pidananya. Karena dalursa tuntutan pidana yang hukumannya di atas 3 tahun adalah 12 tahun. Somad diadukan dengan pasal penodaan agama 156a yang ancaman penjaranya 5 tahun.

Jika kita melihat pada ketentuan Pasal 78 ayat (1) butir 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), atas tindakan tersebut tidak dapat dilakukan upaya penuntutan pidana. Pasal tersebut berbunyi:

  1. Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa:
    a. mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;
    b. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;
    c. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;
    d. mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.

Kesimpulannya kasus penghinaan Somad terhadap keyakinan agama Kristen masih bisa dituntut pidananya.

Muzakki Manaf, SH

(suaraislam)