Hanan Attaki Pengasong Khilafah Londoniyah

Awal Perjuangan dakwah Rasulullah SAW memang sangat sulit dan banyak mendapat pertentangan mulai dari Paman, kerabat terdekat hingga para penguasa pada zamannya hingga pada akhirnya dibuatlah strategi strategi yang justru dengan cara merangkul tokoh tokoh, kaum dan cendikiawan, bukan dengan cara menentang, membid’ahkan bahkan mengkafirkan yang tidak sefaham dengan Baginda Rasulullah SAW.

Cara yang sama juga dilakukan oleh para Waliyullah di Nusantara yang dikenal Populer dengan Wali Songo (Wali Sembilan) dan telah Berhasil menjadikan budaya sebagai infrastruktur dalam menyebarkan Agama, yang kemudian juga dikenal dengan istilah Islam Nusantara.

Dalam video klip suara Hanan Attaki ini yang berjudul Titik Kemenangan Dakwah, dikatakan bahwa :

“Bagaimana Rosulullah SAW itu merencanakan dakwah ini Step by Step sangat luar biasa, dan kadang-kadang mencoba dan ternyata tidak pas, lalu mengganti step yang lain menggunakan strategi yang lain tidak pas, lalu diganti dengan yang lain, digunakan lagi strategi yang lain, terus menggali cara dengan cara yang lain agar dakwah ini sampai mencapai titik kemenangannya, apa titik kemenangan dakwah ini??? Titik kemenangan dakwah ini adalah ketika islam sudah menjadi Islam Rohmatan Lil ‘Alamin, menguasai alam, mendapatkan kekuasaan atas timur dan barat, romawi dan persia, yaman dan syam, itulah puncak dari kekuasaan, yang kita kenal dengan Khilafah ala Minhajin Nubuwah, atau Khilafah Islamiyah”

Dalam caption lanjutannya ada pesan yang ditulis :

“Persiapkanlah diri kalian, untuk menghadapi setiap tantangan dijalan dakwah ini. Tetaplah bergandengan tangan, rekatkan persatuan, hingga kita sampai pada puncak titik kemenangan itu.

Artinya, secara tidak langsung Hanan Attaki mengatakan bahwa Nabi belum bisa mewujudkan Islam yang Rohmatan Lil ‘Alamin sampai mencapai puncak titik kemenangan dakwahnya, yaitu Khilafah Islamiyah.

Hal senada pernah disampaikan oleh UAS, bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya belum mampu mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin sampai tegaknya Khilafah Islamiyah.

Bukankah Nabi itu sendiri pembawa Rahmatan Lil ‘Alamin ??? Sebagaimana Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW telah di utus untuk menjadi Rahmat untuk sekalian Alam?

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam [Al-Anbiyâ’/21:107].

Ust Zain As Syuja’i GMNU

Sumber: FP GenerasiMudaNU

(suaraislam)