Habib Luthfi dan Kedekatannya dengan Jokowi

Relawan Jokowi 2 Periode mengatakan Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Maulana Habib Luthfi dukung Jokowi-KH Ma’ruf. Beliau mengatakan mendukung calon yang ada kiainya,” kata Ketua Relawan Jokowi 2 Periode Ahmad Atik, Sabtu 18 Agustus 2018.

Lalu, siapakah Habib Luthfi?

Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya atau biasa dipanggil Habib Luthfi adalah seorang tokoh ulama yang ceramahnya bernada teduh.

Habib Lutfi mengaku sudah mengenal dekat dengan Jokowi jauh sebelum mantan Wali Kota Solo itu menjadi Presiden. Ia mengungkapkan hal tersebut saat menerima kunjungan Jokowi di Gedung Kanzuz Sholaat, Pekalongan, pada 8 Januari 2017.

Bulan Juni tahun yang sama, Presiden Joko Widodo mengundang Habib Luthfi ke Istana Negara, Jakarta, memintanya untuk berceramah dalam acara Nuzulul Quran.

Kedekatan Presiden Jokowi dan Habib Lutfhi juga terlihat saat keduanya menghadiri Festival Sholawat Piala Presiden pada 24 Februari 2018. Saat itu, Jokowi menggenggam tangan Habib Luthfi dan Ketua MUI Ma’ruf Amin, yang saat ini menjadi pendamping sebagai calon wakil presiden.

Habib Luthfi - Jokowi

Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya akrab disapa Habib Luthfi (kiri) menemani Presiden Joko Widodo pada hari pembukaan Muktamar XII Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) di Pekalongan, Jawa Tengah, 15 Januari 2018. (Foto: Biro Pers Setpres)

Puncaknya, pada Minggu 30 Desember 2018 dalam acara Haul Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi di Solo, Jawa Tengah, Habib Luthfi memarahi sekelompok orang yang meneriakkan yel-yel 2019 Ganti Presiden.

Habib Lutfhi bin Yahya menegur mereka karena teriakan itu dianggap mengotori kesakralan acara haul. “Haul adalah haul, bukan yang lain. Dapat upah berapa kalian? Jangan kotori haul ini! Jangan kotori haul ini!” kata Habib Luthfi yang diabadikan dalam sebuah video yang viral.

Habib Luthfi merupakan tokoh ulama yang dihormati kalangan Nahdliyin. Selain memiliki banyak jamaah dari kalangan Nahdathul Ulama (NU), Habib Lutfhi juga memiliki basis massa yang sama besar di kalangan luas.

Lahir di Pekalongan pada 10 November 1947, Habib Luthfi lahir dari seorang syarifah bernama Sayidah Al Karimah as Syarifah Nur.

Ilmu agama Islam Habib Luthfi didapat dari sang ayah, Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan formal di Madrasah Salafia selama tiga tahun.

Habib Luthfi kemudian melanjutkan pendidikan sekolahnya di Pondok Pesantren Benda Kerep Cirebon pada tahun 1959. Tidak berhenti di situ saja, Habib Luthfi kemudian melanjutkan kelana ilmunya di Indramayu, Purwokerto dan kemudian ke Tegal.

Tidak cukup mengenyam ilmu di Indonesia, Habib Lutfhi kemudian melanglang ke Mekkah dan Madinah. Di sana ia menyerap ilmu Syari’ah, Tasawuf, dan Thariqah dari wali-wali Allah.

Dari ulama-ulama besar itu, Habib Luthfi mendapat berbagai ijazah keilmuan, baik ijazah Khos maupun Ijazah ‘Am dalam bidang dakwah Nasyru Syariah (menyebarkan Syariah). Dalam ilmu tariqah, ia juga mendapat ijazah untuk membaiat.

(tagar.id/suaraislam)