Gus Mus Persembahkan Tumpeng Ulang Tahunnya untuk Indonesia

Perayaan Ulang Tahun Kiai Mustofa Bisri (Gus Mus) ke-75 di Kompek Klenteng Agung Sam Poo Kong Kota Semarang, Rabu (14/08/2019) malam, bersamaan dengan momen-momen Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 pada 17 Agustus mendatang.

Dalam perayaan yang dihadiri sejumlah tokoh dan seniman nasional tersebut ada prosesi potong tumpeng. Sebelum prosesi potong tumpeng dimulai, Gus Mus menyampaikan sejumlah pesan dan cerita kepada hadirin yang hadir. Di antaranya terkait komentar Syeikh Al-Azhar Mohammad Syaltut ketika datang ke Indonesia.

“Syeikh Al-Azhar Syeikh Syaltut ketika datang ke Indonesia dia mengatakan Indonesia ini adalah kepingan dari surga,” ujar Gus Mus.

Gus Mus berharap masyarakat bisa menjaga Indonesia yang merupakan kepingan surga tersebut.

“Mudah-mudahan kita bisa menjaga kepingan surga ini. Dan kita bersykur kepada Allah kita dijadikan bangsa yang bereneka warna yang mempunyai tanah yang indah,” ujar Gus Mus.

Gus Mus kemudian memotong tumpeng ulang tahunnya. Tumpeng tersebut, kata Gus Mus, bukan untuk dirinya. Tapi untuk Indonesia yang saat ini sudah berusia 75 tahun.

“Jadi ini ada tumpeng. Bukan untuk ulang tahun Gus Mus tapi untuk ulang tahun Indonesia yang ke-74. Dirgahayu Indonesia,” ucap Gus Mus sambil memanggil Mentri Kelautan dan Perikatan Susi Pujiastuti untuk naik ke panggung.

Gus Mus memberikan tumpeng itu kepada Mentri Susi dan memuji perempuan asal Jawa Barat tersebut.

“Kalau Bu Susi diganti mungkin laut rusak lagi. Tolong sampaikan ke Pak Jokowi, orang yang dekat Pak Jokowi, Gus Mus mendukung bu Susi,” tambahnya dari atas panggung.

Kebanggaan Gus Mus kepada Susi cukup beralasan. Susi patut diidolakan atas aksi-aksi nyentriknya dan juga kebijakan tegas di bidang kelutan.

“Saya kagumi Bu Susi bukan sebagai menteri, saya kagumi sebagai perempuan Indonesia, yang bangga Indonesia, mencintai rakyat Indonesia,” tambahnya.

Seandainya nanti Susi tidak dipilih lagi menjadi menteri, Gus Mus akan memberinya pekerjaan. “Kalaupun tidak jadi menteri, saya kasih gawean (kerjaan),” canda Gus Mus.

Pada kesempatan yang sama Susi Pujiastuti membacakan puisi karya Gus Mus yang berjudul “Bila Kutitipkan”

(dutaislam.com/suaraislam)