Gus Mus: Nahi Munkar Harus Dilakukan dengan Cara Ma’ruf

mar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu ajaran di dalam Islam, yaitu menegakkan nilai-nilai kebaikan, dan mencegah segala bentuk kerusakan. Meskipun demikian, untuk menegakkan kebaikan harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, begitu juga dalam mencegah kemunkaran juga harus dilakukan dengan cara-cara yang baik pula. Apabila menegakkan amar ma’ruf nahi munkar namun kemunkaran malah menjadi-jadi, berarti cita-cita untuk menegakkan kebaikkan itu tidak tercapai.

Pesan itulah yang disampaikan KH Mustofa Bisri di hadapan ratusan jamaah pengajiannya yang hadir dalam video yang diunggah di Youtube. Gus Mus menyayangkan perilaku sebagian oknum yang mengklaim tengah menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, namun tindakannya justru membuat kerusakan dan keonaran. Menurut Gus Mus, tindakan semacam itu salah kaprah dari tujuan amar ma’ruf nahi munkar itu sendiri.

“Amar ma’ruf itu harus dilakukan dengan ma’ruf. Nahi munkar tidak boleh dilakukan dengan cara yang munkar. Kenapa? Karena justru berbalik dari tujuan amar ma’ruf nahi munkar,” jelas Kiai yang juga mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Gus Mus menegaskan, sejatinya amar ma’ruf nahi munkar memiliki tujuan untuk kebaikan bersama, bukan untuk menciptakan kerusakan baru. “Amar ma’ruf nahi munkar tujuannya kebaikan bersama. Kalau kemudian dengan amar ma’ruf nahi munkar itu kemunkaran malah menjadi-jadi, ma’ruf tidak tercapai. Tapi justru malah kemunkaran lain, maka itu tidak dibenarkan,” jelas Gus Mus.

Oleh karena itu, dalam menegakkan kebaikan dan mencegah kemunkaran harus dilakukan melali tindakan yang baik dan benar, bukan tindakan yang justru bisa merusak dan malah membuat kemunkaran-kemunkaran baru. “Jadi amar ma’ruf nahi munkar, pertama harus tahu ma’ruf, tahu munkar, dan dilakukan dengan cara yang ma’ruf dan dilakukan tidak dengan cara yang munkar,” pungkas Gus Mus.

(islamramah.co/suaraislam)