Gus Ishom: Nama-nama Lain dari Bulan Ramadhan

KH Ishomuddin, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (foto: ist)

Cukup dikenal beberapa nama lain dari bulan Ramadlan yang tercantum dalam al-Quran dan al-Sunnah, yang terkadang disebut secara jelas atau sekedar isyarat. Sejumlah nama itu menunjukkan ragam keutamaan dan amalan yang dapat dilakukan sepanjang hari pada bulan mulia tersebut.

Al-Imām an-Nawawi dalam Tahdzīb al-Asmā’ wa al-Lughāt menuliskan bahwa ada pepatah Arab kuno menyatakan bahwa,

كثرة الأسماء دالة على شرف المسمى

“Banyaknya nama menunjukkan kemuliaan penyandang nama itu.”

Di antara nama-nama lain dari bulan Ramadlan adalah sebagai berikut:

1. Bulan al-Qur’ān (Syahrul-Qurān /شهر القرآن)

Bulan Ramadlan dinamakan bulan al-Qur’an, karena al-Qur’an diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadlan (Qs. al-Baqarah: 185), yaitu pada malam yang diberkahi (Qs. al-Dukhān: 3), yakni pada Lailat al-qadar (Qs. al-Qadar: 1). Dalam hadits juga diceritakan bahwa pada bulan Ramadlan Malaikat Jibril ‘alaihissalām mengajarkan al-Qur’ān kepada Rasulullah. Oleh sebab itu, para ulama dan kaum muslim banyak memanfaatkan saat lapangnya untuk membaca al-Qur’an, bertadarus, dan berulang kali menamatkannya siang dan malam sepanjang bulan Ramadlan.

2. Bulan Puasa (Syahr al-Shiyām/شهر الصيام)

Ibadah yang paling pokok dari bulan Ramadlan adalah berpuasa pada siang harinya, yakni sejak terbit fajar hingga matahari tenggelam orang yang berpuasa wajib menahan diri dari apa saja yang membatalkan puasanya, seperti makan minum dengan sengaja atau berjimak. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadlan karena imān (meyakini dengan benar akan kefarduan puasanya) dan ihtisāb (mengharap pahala dari Allah ta’ālā), maka dosanya yang terdahulu diampuni…

Sumber: FB Kiai Ahmad Ishomuddin

(Bersambung)

(suaraislam)