Guntur Romli ‘Anak Ideologis Gus Dur’ dari PSI Goyang Elektabilitas Petahana di Dapil Jatim III

Elektabilitas calon anggota legislatif (caleg) pendatang baru mengejutkan daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III Situbondo Bondowoso Banyuwangi. Mereka mampu menyaingi caleg-caleg petahana.

Hal itu terlihat dari survei Y-Publica yang menunjukkan tingginya elektabilitas Mohamad Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tingginya elektabilitas Guntur Romli tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ayahnya yang berlatar belakang pesantren.

“Guntur Romli adalah putera dari KH Achmad Zaini Romli, pengasuh pondok pesantren Darul Aitam Ar-Romli,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, Jumat, 1 Maret 2019.

Menurut Rudi, faktor tersebut salah satu yang membuat Guntur Romli mampu menguasai jaringan basis pemilih di kalangan Nahdiyin.

Di sisi lain, popularitas Guntur Romli sudah tidak asing lagi di mata masyarakat. Aktivis pengusung isu keberagaman tersebut dikenal sebagai `anak ideologis Gus Dur`. Kerap tampilnya Guntur Romli di siaran televisi nasional dengan pandangan kritisnya memberi pengaruh kuat kepada pemilih.

Hampir seluruh caleg petahana maju kembali dalam pemilu anggota legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Mereka adalah Nasim Khan dari PKB (4,0 persen), Hardisoesilo dari Golkar (2,6 persen), Sy Anas Thahir dari PPP (2,4 persen), Azam Azman Natawijana dari Demokrat (2,1 persen), dan Sumail Abdullah dari Gerindra (2,0 persen).

Caleg lainnya berlatar belakang anggota dewan di tingkat lokal maupun nasional. Misalnya, Eko Susilo Nurhidayat dari Gerindra (3,6 persen) dan Fadil Muzakki Syah maju dari Nasdem (3,5 persen). Sedang caleg pendatang baru ada yang purnawirawan TNI seperti Syukran Hambali (1,9 persen) dan artis Lucky Perdana (1,8 persen).

(suaraislam)