Home Oase Flowers Are The Power Of Love For Ahok (and Lady Diana)

Flowers Are The Power Of Love For Ahok (and Lady Diana)

SHARE
Berbagai karangan bunga untuk Ahok.

Sejak 25 April hingga hari ini bunga papan, rangkaian bunga, n setangkai bunga sudah 4000 lebih yg datang membanjiri ruang kerja, teras dan halaman Balaikota hingga sekeliling pagar Monas, semua utk Pak Gub Basuki Tjahaja Purnama n Pak Djarot.

Iseng2 googling bunga ucapan terbanyak di dunia pd saat Lady Diana meninggal dunia krn kecelakaan mobil. Banyaknya bunga yg datang menunjukkan kecintaan, The Power of Love, terhadap kedua tokoh dunia yg dicintai oleh banyak orang di belahan bumi manapun.

Putri Diana Spencer meninggal dalam kecelakaan tragis di Paris, Prancis, pada 1997. Seluruh dunia dibuat terkejut oleh kabar kematian putri berjulukan ‘The People Princess’ itu. Terutama warga Inggris. Mereka pun tumpah ruah ke jalan untuk menuangkan ungkapan kesedihan. Selain itu, jalan dan Istana Kensington dipenuhi bunga yang dibawa warga. ‘Lautan’ bunga saat Putri Diana meninggal.’Lautan’ bunga saat Putri Diana meninggal. CNN melaporkan, pejabat setempat memperkirakan jumlah karangan bunga untuk mengenang Putri Diana mencapai 10-15 ton, termasuk 60 juta bunga yang tidak dirangkai — https://m.detik.com/news/berita/3485714/momen-momen-banjir-karangan-bunga-di-belahan-dunia

SAMA2 DICINTAI

Mungkin papan bunga utk Ahok-Djarot ini kalau direbahkan sepanjang jalan Medan Merdeka Selatan, Barat, Timur akan mencapai hingga Utara, tepatnya didepan Istana. Bahkan perhari ini bunga ucapan n kecintaan untuk Ahok sdh sampai Jogja dan Batam. Tentunya bunga2 ini juga sbg bentuk cinta dan dukungan utk kedua pelayan Jakarta yg sdh memuaskan warganya.

Bunga untuk Ahok-Djarot yang membanjiri Balaikota adalah bukti kecil, seorang pemimpin yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat akan dilimpahkan rasa kasih dan sayang dari rakyat tanpa perlu diminta.

“Kalau seseorang meninggalkan sesuatu yang baik, bermanfaat buat orang, orang akan memberikan apresiasi setinggi-tingginya,” kata Guru Besar Psikologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, seperti dikutip Health Liputan6.com.

Psikolog terkenal yg selalu menjadi Panitia Seleksi jabatan di pemerintahan ini melihat yang kini sedang dirasakan Ahok adalah fenomena baru. Biasanya, yang paling ditakutkan dalam konteks kompetisi politik, siapa yang kalah harus siap merasakan kesepian. Namun tidak demikian halnya dengan Ahok.

Menurut Hamdi, orang-orang (khususnya yang kontra Ahok) boleh saja berpikir dan berpendapat bahwa semua ini adalah rekayasa. Akan tetapi tak dapat dipungkiri, di balik semua hal yang ditakutkan orang-orang, Ahok bekerja dengan benar, membuat Jakarta menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Orang tidak suka dengan Pak Ahok, boleh saja. Misalnya persoalan tidak seiman, itu sah-sah saja. Walaupun dalam adab berpolitik, isu SARA tidak boleh ditarik ke dalam medan kampanye karena ada aturannya. Masalah agama semestinya disimpan dalam hati saja,” kata Hamdi.

Termasuk sikap Ahok yang dinilai keras, suka menggusur, yang pada akhirnya membuat orang jadi tidak suka atau tidak simpatik dengan sosok gubernur satu ini.

“Perlu diketahui bahwa 70 persen dari survei yang ada merasa puas dengan pelayanan dan pekerjaan yang dilakukan Ahok. Ya, indikatornya seperti yang kini kita lihat di Balai Kota, banyaknya rangkaian bunga untuk Pak Ahok,” kata Hamdi menerangkan.

Sebenci-bencinya kita dengan pemimpin, siapa pun dia, jangan juga menutup kedua mata dan sungkan mengakui bahwa sosok yang “dibenci” itu telah bekerja untuk rakyatnya tanpa memperdulikan apakah itu golongan yang membenci atau menyukainya. “Kita juga harus mengakui bahwa kerjanya Ahok mengesankan, dalam hal mengurus banyak urusan di Jakarta. Jakarta jauh lebih baik, banjir berkurang, birokrasi pun bagus.”

PERHATIAN MEDIA ASING

Rangkaian karangan bunga dari pendukung Pak Ahok yang memenuhi halaman Balai Kota ternyata tak hanya menarik perhatian para pencari berita di Tanah Air. Keberadaan tanda cinta itu pun tak luput dari sorotan para pewarta dari mancanegara.

Sejumlah media Asia hingga Amerika pun mengangkat pemberitaan terkait karangan bunga untuk Ahok yang disertai ucapan-ucapan lucu itu.

Dalam artikel berjudul “More than a thousand turn up at Indonesia’s City Hall to pay tribute to Ahok”, media Singapura Straits Times edisi Selasa, 26 April 2017 menuliskan pemberitaan ratusan karangan bunga untuk pasangan Ahok-Djarot memenuhi Balai Kota.

Dari artikel “Indonesia: Governor Ahok gets rockstar treatment with flowers and trophies”, Asia Correspondent mengangkat berita karangan bunga itu, termasuk hashtag #GombalinAhok yang menjadi viral di media sosial.

Dalam tulisan “A Torrent of Love And Flower Arrangements Flood City Hall For Ahok”, media Amerika Vice menuliskan bahwa Ahok seperti rockstar alias bintang rock dalam tur terakhir, sehingga para penggemarnya mengirimkan bunga dan pesan cinta untuk dia ke Balai Kota.

Coconut, media Filipina mengangkat peristiwa itu dalam “After election loss, City Hall flooded with flower boards and Ahok mobbed by fans expressing thanks and sympathy”.

Pengiriman karangan dan buket bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok & Djarot terus mengalir. Rata-rata satu minibus berisi 8 – 10 bunga papan, dalam 1 jam sedikitnya 15-17 minibus yg datang. Ini belum termasuk yg naik motor atau bahkan trul.

Bila diasumsikan rata2 perjam 150 bunga papan, sehari sekitar 10 jam, maka dalam 3 hari saja sdh mencapai 4500 bunga papan.

Mungkin hingga satu titik, atau kalau stok bunga n aksesoris lainnya sdh habis, aliran bunga ke Balaikota akan berhenti. Tetapi kecintaan warga dan dukungan sepertinya ajan terus mengalir dr berbagai belahan dunia dalam bentuk apapun dan berbagai medium. Terima kasih Pak Ahok & Djarot, kedua nama itu sudah terpatri di hari & benak warga yg menyukai pelayan yg bersih, transparan fan profesional.

Neneng Herbawati

(suaraislam)