Felix Siauw, Terima Kasih Sudah Angkat Kaki dari Bangil

Secara pribadi saya mengucapkan turut berduka untuk Felix Siauw yang mesti angkat kaki dari Bangil akibat dakwahnya ditolak oleh GP Anshor dan Banser. Berduka bukan karena dia mesti pergi karena “terzalimi”, tapi berduka karena ternyata dia sangat berjiwa keras kepala karena tidak sudi menandatangani 3 syarat yang diajukan GP Anshor Bangil: 1. Mengakui Pancasila sebagai ideologi Negara. 2. Tidak menyebarkan paham Khilafah, 3. Menyatakan keluar dari HTI.

Yang lebih mengherankan, ternyata dia juga memiliki sisi licik dimana di akunnya dia justru melakukan adegan “Playing Victim” di hadapan para pengikutnya seakan dia diusir ketika berdakwah islam.

Semakin semaput, para pengikutnya pun membuat beragam meme, mulai dari meme “Banser = Ban(i) Ser(bet), Gereja dijaga, Dakwah islam dibubarkan”. Atau meme jenis lain seperti “China itu minoritas, China muslim super minoritas, kalau beneran Bhineka mestinya dilindungi, kok malah dibubarkan pengajiannya. Situ sehat?” dll.

Tahukah engkau sayang, siapa yang peduli anda China atau bukan. Selama ideologi yang anda bawa bersifat makar pada Pancasila dan pengharaman Nasionalisme maka Banser telah bersumpah bahwa siapapun anda, anda akan berkonfrontasi dengan mereka.

Sekali lagi saya ingin memandang ini dengan akal sehat. Tidak ada pengusiran, yang ada adalah Felix berencana datang ke Bangil dan GP Anshor yang mengenal sepak terjang orang ini sebagai aktivis HTI menawarkan dialog langsung yang belakangan tidak pernah ditanggapi oleh Felix.

Lalu jalan terakhir GP Anshor menawarkan agar Felix menandatangani surat pernyataan yang berisi 3 poin diatas, dan konsekuensinya dakwah Felix di Bangil akan dijaga dan didampingi GP Anshor. Tapi ternyata dia menolak dan memilih angkat kaki daripada menandatangani surat pernyataan tersebut.

Wait! Sini saya ulangi isi 3 poin itu: 1. Mengakui Pancasila sebagai ideologi Negara. 2. Tidak menyebarkan paham Khilafah, 3. Menyatakan keluar dari HTI. Lalu apa yang salah dengan 3 poin yang ditawarkan GP Anshor ini? Ketiga syarat yang diajukan GP Anshor adalah hal wajib bagi setiap warga negara Indonesia. Kalau tidak mau mengakui berarti Felix ini warga negara mana? Visa dia di Indonesia sebagai apa?

You know, jangankan di NKRI. Silakan saja Felix menjajakan dagangan Khilafahnya ke Arab Saudi atau Turki, saya yakin dalam sekejap dia sudah menjadi buronan King Salman bin Abdul Aziz atau DPO Erdogan. Apalagi kalau dia berani bermain di Mesir atau Suriah, mungkin dia sudah jadi target air-to-ground missiles Jet-jet MiG & Sukhoi Suriah menyusul Abu Bakar al Baghdadi dan Zahran Alloush yang sudah terbang ke alam baka.

So please, Felix berhentilah “Playing Victim”. Kemarin kalian berteriak mencela demokrasi, sekarang kalian berlagak menuntut kebebasan dengan dalih demokrasi. Kemarin kalian termasuk barisan yang meneriakkan bela pribumi, sekarang kalian berlagak bela China. Jangan lupa HTI sudah dinyatakan sebagai ormas terlarang dan telah dicabut badan hukumnya oleh Negara. Apa yang dilakukan Banser dan GP Anshor punya ‘Legal Standing’.

Sejak awal kalian telah mencari masalah dengan menyebut Nasionalisme haram dan berteriak menjajakan Khilafah untuk menggantikan Pancasila. Jangan lupa, NU sejak dulu adalah garda terdepan dalam menjaga Pancasila & NKRI. Mereka telah memerangi Belanda sejak era kolonial dan memberantas pemberontakan PKI. Lalu anda masih bertanya kenapa anda diperangi? Anda saja lebih memilih kabur daripada mengakui Pancasila, lalu masih berdalih bahwa anda tidak Anti-Pancasila.

Btw, Felix.. Terima kasih sudah angkat kaki dari Bangil. Selanjutnya mohon angkat kaki dari NKRI.

Ahmed Zain Mutaqin

(suaraislam)